
BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – SMK PGRI 2 Badung melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan mengusung konsep MPLS Ramah sesuai arahan Kementerian Pendidikan dan Dinas Pendidikan.
Kegiatan ini bertujuan membantu peserta didik baru mengenal lingkungan sekolah, tenaga pendidik, serta berbagai fasilitas yang tersedia guna menunjang proses pembelajaran.
Kepala SMK PGRI 2 Badung, Drs. I Gusti Ketut Sukadana, M.Pd., mengatakan pelaksanaan MPLS tidak hanya berfokus pada pengenalan sekolah, tetapi juga memberikan penguatan wawasan kepada siswa melalui materi dari sejumlah narasumber.
“Kami melaksanakan MPLS sesuai instruksi dari Dinas Pendidikan dan Kementerian, yaitu MPLS Ramah agar anak-anak mengenal lingkungan sekolah, guru, dan fasilitas yang ada di sekolah. Kami juga mengundang narasumber dari BNN, Polantas, dan KPU untuk memberikan materi pengayaan kepada siswa,” ujarnya saat ditemui pada Kamis, 16 Juli 2026.
Menurutnya, materi yang diberikan diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada siswa mengenai tantangan dan perkembangan dunia pendidikan serta kehidupan bermasyarakat di masa depan. Ia juga mengapresiasi kinerja para guru yang bertugas sebagai panitia karena mampu mengondisikan seluruh rangkaian kegiatan MPLS dengan baik.
“Dari pembukaan sampai hari ini kegiatan berjalan baik dan lancar berkat kerja sama seluruh panitia dan siswa,” tambahnya.
Pada tahun ajaran ini, SMK PGRI 2 Badung menerima sekitar 150 peserta didik baru yang terbagi dalam lima kelas dengan rata-rata 30 siswa per kelas. Meski jumlah pendaftar mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, pihak sekolah tetap berupaya maksimal menarik minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut.
Di sisi lain, SMK PGRI 2 Badung terus menunjukkan kontribusinya dalam mencetak lulusan yang siap kerja. Sukadana menjelaskan, sebagian besar siswa telah dilirik dunia industri sejak menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL), terutama pada sektor otomotif yang terus berkembang di Bali, termasuk pertumbuhan kendaraan listrik.
“Sekitar 70 hingga 80 persen lulusan kami sudah terserap di dunia industri. Sisanya ada yang berwirausaha dan ada yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” jelasnya.
Ia menambahkan, sekolah memberikan tiga pilihan utama bagi lulusan, yakni bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan pendidikan. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen lulusan bekerja sesuai bidang keahlian yang dipelajari selama menempuh pendidikan di SMK.
Untuk mendukung kompetensi siswa, SMK PGRI 2 Badung juga terus meningkatkan kualitas sarana dan sumber daya manusia. Fasilitas praktik pada program keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), dan Desain Komunikasi Visual (DKV) dinilai sudah memadai. Selain itu, para guru telah mengikuti berbagai program upgrading dan upskilling serta memiliki sertifikasi sesuai bidang masing-masing.
Dengan dukungan fasilitas dan tenaga pendidik yang kompeten, SMK PGRI 2 Badung optimistis dapat terus menghasilkan lulusan yang siap bersaing dan memenuhi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. (ads/bpn)












