Roadshow Komunikasi Desa Presisi Berlanjut di Baturiti, Operator SID Didorong Aktif Publikasikan Potensi dan Pembangunan Desa
Roadshow Komunikasi Desa Presisi Berlanjut di Baturiti, Operator SID Didorong Aktif Publikasikan Potensi dan Pembangunan Desa. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Program Roadshow Dengar Pendapat dan Workshop Mini Komunikasi serta Publikasi Berbasis Data Desa Presisi terus berlanjut. Setelah menyasar Kecamatan Selemadeg Barat, Selemadeg, dan Kerambitan, kegiatan kali ini digelar di Kecamatan Baturiti, Senin (8/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Rapat Kantor Camat Baturiti tersebut dipandu Kelompok Ahli Bidang Komunikasi Pemerintah Kabupaten Tabanan, I Wayan Ariasa. Sebanyak 12 operator Sistem Informasi Desa (SID) dari 12 desa se-Kecamatan Baturiti mengikuti kegiatan yang bertujuan meningkatkan kapasitas publikasi dan pengelolaan informasi desa.

Roadshow dibuka oleh Sekretaris Camat Baturiti, I Made Yoga Mahendra. Selain materi komunikasi dan publikasi desa, kegiatan ini juga menghadirkan perwakilan Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Bali-Nusa Tenggara dari Kementerian Lingkungan Hidup yang memberikan sosialisasi terkait pengelolaan sampah berbasis sumber sebagai upaya membangun kesadaran lingkungan di tingkat desa.

Baca Juga :  Busungbiu Festival 2026 Resmi Digelar, Momentum Kebangkitan Seni Budaya Lokal dan Potensi Desa

Dalam pemaparannya, I Wayan Ariasa menyampaikan materi bertajuk ‘Integrasi SID, Website Desa, dan Media Sosial Desa’. Ia menekankan bahwa pembangunan desa saat ini tidak cukup hanya dilaksanakan, tetapi juga harus didokumentasikan dan dipublikasikan secara baik agar diketahui masyarakat luas.

“Masyarakat berhak mengetahui program, kegiatan, dan capaian pembangunan yang dilakukan pemerintah desa. Karena itu SID, website desa, dan media sosial harus terintegrasi dalam satu ekosistem informasi desa yang saling mendukung,” ujar Ariasa.

Menurutnya, data yang tersimpan dalam Sistem Informasi Desa merupakan sumber informasi utama yang valid dan akurat. Data tersebut kemudian dapat diolah menjadi konten publikasi melalui website desa sebagai media resmi pemerintah desa, serta diperkuat penyebarannya melalui berbagai platform media sosial.

Baca Juga :  Busungbiu Festival 2026 Resmi Digelar, Momentum Kebangkitan Seni Budaya Lokal dan Potensi Desa

“Website desa berfungsi sebagai pusat informasi resmi, sedangkan media sosial menjadi sarana efektif untuk memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat secara cepat dan mudah,” jelasnya.

Melalui integrasi tersebut, pemerintah desa diharapkan mampu menghadirkan layanan informasi yang transparan, akuntabel, dan mudah diakses oleh masyarakat.

Kegiatan yang dikemas melalui kombinasi pemaparan materi dan praktik langsung mendapat respons positif dari para peserta. Operator SID Desa Luwus, I Made Narka, mengaku memperoleh banyak wawasan baru yang dapat diterapkan dalam pengelolaan website desa.

Baca Juga :  Busungbiu Festival 2026 Resmi Digelar, Momentum Kebangkitan Seni Budaya Lokal dan Potensi Desa

Sementara itu, Operator SID Desa Perean Tengah, I Gusti Ngurah Kartika, menilai metode praktik langsung membuat peserta lebih mudah memahami teknik penulisan berita dan publikasi kegiatan desa.

“Program ini sangat bermanfaat. Selain menambah pemahaman, kami juga semakin termotivasi untuk aktif menulis dan mempublikasikan berbagai kegiatan pembangunan yang ada di desa melalui website dan media sosial desa,” ujarnya.

Melalui roadshow yang terus dilaksanakan di berbagai kecamatan tersebut, Ariasa berharap kemampuan operator SID dalam mengelola informasi dan publikasi desa semakin meningkat. Dengan demikian, berbagai program pembangunan, potensi desa, hingga pelayanan publik dapat tersampaikan secara profesional, terintegrasi, dan menjangkau masyarakat lebih luas.(r/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News