
BALIPORTALNEWS.COM, SANUR – Ajang trail run terbesar di Bali, myBCA BTR Ultra 2026 Presented by Asics, kembali digelar dengan menghadirkan berbagai inovasi baru serta peningkatan kualitas event, keselamatan peserta, hingga komitmen terhadap pelestarian lingkungan.
Memasuki edisi ketujuh, event yang diselenggarakan oleh Bali Trail Running ini kembali menggandeng BCA sebagai sponsor utama untuk keempat kalinya sejak 2023, serta didukung brand sport apparel internasional ASICS.
Race / Project Director BTR, I Putu Agus Darmayuda, menjelaskan myBCA BTR Ultra 2026 Presented by Asics akan berlangsung pada 15–17 Mei 2026 dengan race venue berlokasi di Batur Natural Hot Spring.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah mendukung sport tourism sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kintamani dan Bali secara umum,” ujar Agus Darmayuda saat press conference myBCA BTR Ultra 2026 Presented by Asics di Bali International Hospital Sanur, Sabtu (9/5/2026).
Tahun ini, panitia menghadirkan beberapa kategori lomba yakni 7K, 7K Kids, 18K, 30K, 60K Ultra, hingga kategori ekstrem 100K. Salah satu perubahan terdapat pada kategori 18K yang sebelumnya merupakan kategori 15K.
Rute lomba akan melintasi 12 desa di wilayah Kintamani, Bangli serta tiga desa di Kabupaten Karangasem, termasuk kawasan Geopark Batur dengan panorama black lava, Gunung Batur, padang pasir Culali, hingga hutan pinus Batur. Khusus kategori 60K akan melewati Gunung Abang, Bukit Trunyan dan Bukit Pedahan, sedangkan kategori 100K juga akan melintasi Gunung Agung.
Jumlah peserta tahun ini tercatat mencapai 5.916 orang dari 62 negara, terdiri atas 5.295 peserta WNI dan 621 peserta WNA. Jumlah tersebut meningkat sekitar 47 persen dibandingkan tahun 2025 yang hanya diikuti 4.007 peserta.
Peserta didominasi pelari laki-laki sebanyak 4.107 orang dan perempuan sebanyak 1.809 orang. Sementara kelompok usia terbanyak berada pada rentang 40–49 tahun.
Mengusung tagline ‘BTR Ultra for All’, panitia ingin menunjukkan bahwa trail run dapat diikuti oleh seluruh kelompok usia. Untuk itu, tahun ini disiapkan berbagai kategori penghargaan mulai dari Kids Award hingga Age Group Award untuk peserta usia 18 tahun hingga 70 tahun ke atas.
Selain fokus pada olahraga dan pariwisata, panitia juga menghadirkan inovasi dalam pengelolaan sampah dengan menggandeng ACS Bali Foundation.
Panitia menargetkan seluruh sampah yang dihasilkan selama event tidak berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) melalui sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi.
“Ini adalah bentuk komitmen kami terhadap isu lingkungan dan pelestarian alam,” kata Agus Darmayuda.
Karena trail run termasuk kategori olahraga ekstrem, aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama. Panitia telah memberikan pelatihan First Aid kepada seluruh tim pelaksana yang didukung Bali International Hospital.
Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi melalui live talk Instagram bertema ‘Life Support, Emergency and First Aid’ agar memahami dasar pertolongan pertama di lapangan.
Sementara itu, Ketua Bali Trail Running, I Made Budiana, mengatakan event ini bukan hanya olahraga ekstrem, tetapi juga menjadi sarana promosi pariwisata Bali yang memiliki bentang alam luar biasa.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Balai KSDA Bali yang turut mendukung pelaksanaan event karena sebagian rute berada di kawasan konservasi Taman Wisata Alam Gunung Batur Bukit Payang.
Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menyatakan dukungan terhadap event tersebut selama tetap memperhatikan prinsip konservasi dan kelestarian lingkungan.
“Pelaksanaan kegiatan diharapkan berjalan tertib dan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kawasan konservasi,” ujar Moko.
Di sisi lain, Vice President BCA, Eka Putu Anama, menilai event ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga bagian dari nation branding Indonesia di mata dunia.
“Kami melihat kegiatan ini sebagai platform penting untuk mendorong pariwisata berkelanjutan sekaligus memperkenalkan keindahan Bali ke dunia internasional,” kata Eka Putu Anama.
Komitmen terhadap keberlanjutan juga diperkuat melalui penggunaan jersey berbahan 80 persen material daur ulang sebagai bagian dari dukungan terhadap sport tourism yang peduli kelestarian alam.(tis/bpn)












