
BALIPORTALNEWS.COM, MANGUPURA – Tokocrypto merayakan Bitcoin Pizza Day 2026 melalui rangkaian roadshow edukasi di tiga kota, yakni Surabaya, Malang, dan puncaknya di Bali. Perayaan yang diperingati setiap 22 Mei tersebut sekaligus menjadi momentum perusahaan dalam memperluas literasi aset digital kepada masyarakat Indonesia.
Melalui kegiatan yang dikemas secara interaktif dan dekat dengan komunitas, Tokocrypto menghadirkan ratusan loyang pizza serta diikuti lebih dari 300 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas kripto, pengguna aktif, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang baru mengenal aset digital.
Bitcoin Pizza Day sendiri berawal dari transaksi bersejarah pada 22 Mei 2010 ketika seorang pengembang asal Florida, Laszlo Hanyecz, membeli dua loyang pizza menggunakan 10.000 Bitcoin (BTC). Saat itu nilai Bitcoin diperkirakan sekitar US$0,0041 per BTC atau setara US$41 untuk dua pizza tersebut.
Momen tersebut kemudian menjadi tonggak penting dalam sejarah Bitcoin karena untuk pertama kalinya aset digital digunakan untuk membeli barang secara nyata.
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengatakan Bitcoin Pizza Day bukan sekadar perayaan sejarah Bitcoin, tetapi juga pengingat bagaimana teknologi dapat berkembang dari komunitas kecil menjadi gerakan global.
“Bitcoin Pizza Day adalah simbol bagaimana sebuah teknologi baru dapat berkembang dari komunitas kecil menjadi gerakan global. Transaksi dua pizza pada 2010 mungkin terlihat sederhana, tetapi momen tersebut membuka jalan bagi Bitcoin untuk dipahami sebagai aset digital yang dapat digunakan, diverifikasi, dan dipertukarkan secara langsung,” ujarnya saat perayaan Bitcoin Pizza Day 2026 di Bali, Minggu (24/5/2026) di Geo Open Space, Kerobokan, Badung, Bali.
Menurut Calvin, peringatan ini juga menjadi momentum untuk terus mendorong literasi dan adopsi aset digital secara bertanggung jawab.
Ia menilai Bitcoin kini telah berkembang menjadi salah satu instrumen investasi yang menarik dan memiliki pertumbuhan signifikan dalam jangka panjang.
“Kalau 10 tahun lalu berinvestasi Bitcoin hingga hari ini kenaikannya bisa mencapai lebih dari 100 kali lipat. Dibandingkan instrumen investasi lain, pertumbuhannya cukup tinggi,” katanya.

Di sisi lain, Calvin mengingatkan bahwa investasi aset digital tetap memiliki risiko, terutama karena Bitcoin merupakan kelas aset yang relatif baru dengan tingkat volatilitas yang tinggi.
“Semua investasi pasti memiliki risiko. Bitcoin memang memiliki pergerakan harga yang lebih fluktuatif dibanding instrumen lain, tetapi dengan edukasi yang tepat masyarakat bisa memahami manfaat maupun risikonya secara bijak,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Tokocrypto juga mengumumkan pencapaian baru dengan berhasil menembus 5 juta pengguna di Indonesia. Selain itu, perusahaan mencatat pertumbuhan pengguna aktif sebesar 75 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Pencapaian 5 juta pengguna bukan sekadar angka, tetapi menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap platform kripto lokal yang aman dan terpercaya,” tambah Calvin.
Ke depan, Tokocrypto berkomitmen terus memperkuat edukasi dan inovasi layanan untuk mendukung pengembangan ekosistem aset digital yang aman, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan pasar Indonesia. (tis/bpn)












