Tim Gabungan Upayakan Pencarian Kakek yang Hilang saat Mendaki Gunung Batukaru
Tim Gabungan Upayakan Pencarian Kakek yang Hilang saat Mendaki Gunung Batukaru. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Tim gabungan yang terdiri atas unsur SAR Brimob, Basarnas, ⁠BPBD Tabanan, ⁠⁠Polsek Selemadeg, dan lima personel relawan rescue, mengupayakan pencarian terhadap seorang kakek pendaki Gunung Batukaru, I Made Dibia (84), yang masih dinyatakan hilang hingga Senin (27/4/2026).

Kakek tersebut dinyatakan hilang sejak Minggu (26/4/2026), setelah sehari sebelumnya memulai pendakian bersama lima orang lainnya yang hendak sembahyang di Pura Jatiluwih, melalui Banjar Sarinbuana, Desa Wanagiri, Kecamatan Selemadeg, Tabanan.

Kakek Dibia adalah seorang petani beralamat di Banjar Dinas Sigaran, Desa Jegu, Kecamatan Penebel, Tabanan, yang dikabarkan terpisah dari rombongan yang terdiri dari lima orang lainnya mengurungkan niatnya untuk mendaki. Namun, sang kakek nekat melanjutkan pendakian hingga tak kunjung kembali ke tempat pendakian awal, dan selanjutnya dinyatakan hilang.

Dalam upaya pencarian yang dilakukan sejak Minggu (26/4/2026) itu, melibatkan 32 orang. Antara lain dari SAR Brimob 10 personel, Basarnas 6 personel, ⁠BPBD Tabanan 5 personel, ⁠⁠Polsek Selemadeg 6 personel, dan lima personel relawan rescue.

Pencarian dimulai sekitar pukul 08.00 WITA. Tim Basarnas melaksanakan penyisiran dari lokasi terakhir korban terlihat. Sekitar pukul 12.05 WITA kembali ke Pura Jatiluwih untuk istirahat, dan melakukan evaluasi, guna melakukan pencarian selanjutnya.

Sementara itu, Tim Gabungan Basarnas, Brimob, dan relawan melaksanakan penyisiran kembali di seputaran lokasi, sesuai informasi dari rekan si Kakek Dibia. Pembagian tugas dilaksanakan secara terpisah. Tim Basarnas dan Brimob melakukan penyisiran ke arah timur, sedangkan tim relawan melakukan penyisiran ke arah barat.

Personel gabungan kemudian kembali lagi ke Pura Jatiluwih sebagai titik kumpul, karena cuaca tidak mendukung, hujan dan berkabut, sehingga hasil pencarian tidak maksimal.

Tim gabungan kemudian melaksanakan evaluasi dan koordinasi, kemudian disepakati untuk pencarian terhadap pendaki yang hilang dihentikan, karena pertimbangan cuaca yang tidak mendukung.

Sementara hasil pencarian pada hari kedua, Senin (27/4/2026), masih nihil. Pencarian berikutnya dilanjutkan pada Selasa (28/4/2026), dan masih melibatkan seluruh personel gabungan tersebut.

“Proses pencarian untuk hari ini (Senin, 27/4/2026) sampai dengan sekitar pukul 18.00 WITA, pun sudah berakhir. Namun, sampai saat ini korban (si kakek) belum ditemukan. Rencana besok (Selasa, 28/4/2026), pencarian akan difokuskan melalui jalur di Wongaya,” ujar Kapolsek Selemadeg, Kompol I Made Subadi. (ita/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News