BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Sumitra Luxury Villas & Resort by Pramana menggelar kegiatan bertajuk “Up Close & Personal with Sumitra” melalui sebuah intimate media gathering, Jumat, 17 April 2026.
Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan identitas, filosofi, serta pengalaman menginap yang ditawarkan resort kepada kalangan media.
Mengusung konsep kehangatan dan koneksi, acara ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk merasakan langsung esensi Sumitra sebagai luxury beachfront resort di kawasan Sanur. Nama “Sumitra” yang berasal dari bahasa Sanskerta bermakna “sahabat baik”, mencerminkan pendekatan layanan yang mengedepankan keramahan dan sentuhan personal bagi setiap tamu.
Terletak di sepanjang garis pantai Sanur, resort ini menawarkan suasana coastal sanctuary dengan hamparan pasir putih dan panorama laut yang tenang. Konsep tersebut dipadukan dengan filosofi Infusing Luxury into Tradition, yang menggabungkan kemewahan modern dengan nilai budaya Bali, berlandaskan prinsip Tri Hita Karana.
Resort Manager, I Gusti Ngurah Putu (IGNP) Yudy Suardana, menjelaskan bahwa Sumitra mulai dikembangkan pada 2023 dengan tujuh unit private villa. Seiring perkembangan bisnis yang positif, pihak manajemen melakukan ekspansi hingga akhirnya resmi beroperasi sebagai resort pada pertengahan 2025 dengan total 63 kamar.
“Pada fase awal kami membangun tujuh private luxury villa. Seiring waktu, performa bisnis sangat baik sehingga owner memutuskan melakukan ekspansi. Pada Juli 2025, kami resmi membuka resort dengan total 63 kamar,” ujarnya.
Sumitra menawarkan beragam tipe akomodasi, mulai dari luxury suite, grand suite, hingga villa satu dan dua kamar, termasuk sky villa dan presidential suite. Fasilitas yang tersedia meliputi restoran, spa, kids club, pusat kebugaran, serta layanan personal butler untuk setiap tamu.

Salah satu daya tarik utama yang diunggulkan adalah fasilitas lazy river, yang diklaim menjadi satu-satunya di kawasan Sanur.
“Selain kamar, kami juga memiliki fasilitas lazy river yang menjadi salah satu keunikan dan daya tarik bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” jelasnya.
Tak hanya fasilitas, Sumitra juga menghadirkan berbagai pengalaman eksklusif seperti akses langsung ke pantai, layanan personal, serta beragam aktivitas rekreasi yang dirancang untuk memberikan pengalaman menginap yang menyatu dengan alam.
Dari sisi kinerja, tingkat hunian resort pada kuartal pertama 2026 menunjukkan hasil positif. Rata-rata okupansi mencapai 80 persen dan melampaui target yang telah ditetapkan.
“Pada kuartal pertama, Januari hingga Maret, rata-rata okupansi kami mencapai 80 persen dan melebihi target. Ini cukup baik di tengah kondisi geopolitik global yang tidak menentu,” ungkap Yudy.
Komposisi tamu didominasi wisatawan mancanegara sekitar 80 persen, dengan Australia sebagai pasar utama, diikuti Korea Selatan, Eropa, Jepang, dan Timur Tengah.

Selain fokus pada pelayanan, pengelolaan lingkungan juga menjadi perhatian manajemen. Sumitra telah menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber, termasuk pemanfaatan maggot untuk mengolah limbah organik.
“Kami sudah menerapkan pengelolaan sampah berbasis sumber sesuai arahan pemerintah, termasuk pemanfaatan maggot untuk limbah organik,” tambahnya.
Ke depan, manajemen Sumitra optimistis dapat terus berkembang dan menargetkan menjadi salah satu properti unggulan di Sanur, seiring rencana pengembangan fasilitas tambahan pada 2027.
“Kami berharap Sumitra bisa menjadi market leader di Sanur dengan menghadirkan keunikan dan pengalaman berbeda bagi para tamu,” tutupnya. (ads/bpn)













