BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Memiliki motor gede bukan sekadar soal kemampuan finansial, tetapi juga tentang mimpi, komitmen, dan satu hal penting adalah ‘restu istri’. Itulah cerita di balik tiga pemilik pertama Honda CRF1100L Africa Twin di Bali saat ditemui pada Jumat (17/4/2026) di Astra Motor Bali, Denpasar.
Tiga konsumen tersebut yakni Om Andi, Om Masna, dan Om Agus, yang seluruhnya merupakan pengusaha. Di balik kepemilikan motor gede (moge) ini, tersimpan cerita menarik mulai dari dukungan keluarga hingga perjalanan mewujudkan mimpi.
Bagi para pemilik moge ini, dukungan pasangan menjadi faktor penting sebelum memutuskan membeli motor berkapasitas besar.
Om Masna mengaku sang istri sudah memahami hobinya di dunia otomotif, khususnya motor besar. “Kalau dengan istri sih kalau istri saya udah paham, hobinya udah paham. Kalau saya memang lebih fokusnya ke motor besar sih pak,” ujarnya.
Ia bahkan menyebut sang istri sudah mengetahui kebiasaannya, termasuk soal kejujuran harga modifikasi. “Istri sudah tahu, walaupun sedikit me-modifikasi harga,” tambahnya sambil tersenyum.
Hal serupa disampaikan Om Andi. Ia menilai izin dari istri menjadi hal mutlak sebelum membawa moge, apalagi untuk touring jarak jauh. “Kalau nggak izin beli ya nggak bisa dibawa touring, namanya juga istri jadi menteri keuangan dalam rumah tangga,” katanya sambil tertawa.
Sementara Om Agus mengaku mendapat dukungan penuh dari istrinya, bahkan kerap ikut dalam perjalanan. “Kalau saya sih didukung penuh istri, karena dia juga suka ikut,” ujarnya.
Selain sebagai hobi, berkendara moge juga dinilai memberikan dampak positif, terutama dalam menjaga kondisi fisik.
Om Masna menuturkan bahwa aktivitas riding jarak jauh menuntut stamina prima. Ia bahkan rutin melakukan yoga untuk menjaga kebugaran. “Saya melakukan yoga dan itu sangat membantu untuk stamina pada saat kita riding,” jelasnya.
Menurutnya, hobi ini secara tidak langsung mendorong gaya hidup sehat agar tetap bisa menikmati perjalanan jarak jauh.
Bagi Om Andi, memiliki moge berawal dari mimpi sejak kecil. Ia menilai, langkah pertama untuk memiliki motor besar adalah berani bermimpi. “Mimpi aja dulu, nanti ketemu sendiri, dibukain jalan,” ujarnya.
Sedangkan Om Agus melihat moge sebagai sarana untuk memperluas pengalaman berkendara. Ia ingin menjelajah lebih jauh, tidak hanya di Bali. “Awalnya dari keinginan untuk explore yang lebih jauh,” katanya.
Ia menilai motor dengan kapasitas kecil memiliki keterbatasan untuk perjalanan jarak jauh, sehingga moge menjadi pilihan logis. “Bayangin aja kalau dari Bali ke Jogja pakai 150 cc, mungkin dua hari lagi,” tambahnya.
Ketiganya sepakat bahwa memiliki moge bukan hanya soal gaya, tetapi juga bagian dari gaya hidup dan cara menikmati perjalanan.
Bahkan, Om Agus menyebut hobi otomotif bisa menjadi aktivitas positif. “Laki-laki itu butuh mainan, ketimbang main yang lain-lain, lebih baik main motor,” ujarnya.
Kisah tiga pemilik perdana Africa Twin ini menunjukkan bahwa di balik motor premium, ada kombinasi antara mimpi, kerja keras, serta dukungan keluarga yang menjadi fondasi utama.(tis/bpn)













