
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Suasana Ubud kembali akan dipenuhi energi positif dari ribuan peserta mancanegara seiring digelarnya BaliSpirit Festival 2026 pada 15–19 April 2026. Memasuki penyelenggaraan ke-17, festival ini membawa pesan “Welcome Home” yang mengajak setiap individu untuk kembali mengenali diri dan menemukan harmoni dalam kehidupan.
Festival yang memadukan yoga, musik, dan gaya hidup wellness ini akan berlangsung selama lima hari dengan pusat kegiatan di Puri Padi Hotel dan The Yoga Barn. Rangkaian program disusun untuk memberikan pengalaman holistik, mulai dari aktivitas fisik hingga penguatan emosional dan spiritual.
Pada siang hari, peserta akan disuguhkan berbagai kelas seperti yoga, meditasi, tari, hingga sesi penyembuhan melalui suara (sound healing). Selain itu, tersedia pula workshop pengembangan diri yang dipandu oleh praktisi dari berbagai negara dengan latar belakang keilmuan beragam.
“Festival ini bukan sekadar kegiatan, tetapi perjalanan untuk menyentuh kembali keseimbangan diri,” ujar I Made Gunarta saat konferensi pers pada Sabtu (4/4/2026) bertempat di The Ambengan Tenten.
Memasuki malam hari, suasana festival berubah menjadi lebih meriah melalui pertunjukan musik dari musisi lokal maupun mancanegara. Panggung ini menjadi ruang pertemuan lintas budaya yang mempererat kebersamaan antar peserta dari berbagai belahan dunia.
“Musik menjadi bahasa universal yang menyatukan semua orang tanpa batas,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa tema “Welcome Home” memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar pulang secara fisik.
“‘Rumah’ yang kami maksud adalah ruang di dalam diri, tempat kita merasa utuh, tenang, dan terhubung,” jelasnya.
Menurutnya, di tengah kehidupan modern yang serba cepat, banyak orang mulai kehilangan koneksi dengan dirinya sendiri. Karena itu, festival ini dihadirkan sebagai ruang refleksi sekaligus pemulihan.
“Kami ingin setiap orang yang datang bisa pulang dengan versi diri yang lebih sadar dan seimbang,” ujarnya.
Selain menghadirkan pengalaman personal, festival ini juga membawa misi sosial yang telah berjalan sejak awal penyelenggaraan. Berbagai program outreach dilakukan untuk mendukung masyarakat, mulai dari edukasi kesehatan, pengembangan seni budaya, hingga pelestarian lingkungan.
“BaliSpirit bukan hanya tentang festival, tetapi juga tentang kontribusi nyata bagi komunitas,” tegasnya.
Hingga kini, program tersebut telah berhasil menggalang dana lebih dari 200 ribu dolar AS untuk berbagai inisiatif sosial di Indonesia.
Noviana Kusumawardhani atau akrab dipanggil Bude Novi menambahkan, festival ini juga menyediakan area interaktif seperti kuliner sehat, pasar produk ramah lingkungan, serta layanan healing yang menawarkan beragam terapi alternatif. Ruang diskusi lintas agama dan budaya juga dihadirkan untuk mendorong dialog dan memperkuat nilai toleransi.
“Kami ingin menciptakan ruang yang inklusif, di mana semua orang bisa belajar, berbagi, dan tumbuh bersama,” imbuhnya.
Ke depan, penyelenggara juga berupaya memperluas jangkauan internasional dengan membawa semangat BaliSpirit ke berbagai negara.
“Kami ingin energi Bali bisa dirasakan lebih luas di dunia,” tutupnya.
Dukungan datang dari Founder The Ambengan Tenten IB Gede Puja menyebutkan, dengan konsep yang menyeluruh, BaliSpirit Festival 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga ruang kolaborasi yang mendorong pariwisata berkualitas serta memperkuat posisi Bali sebagai pusat wellness dan spiritualitas global.(ads/bpn)












