Pemuda dan DPRD Bali Bahas Penguatan Partisipasi Perempuan Lewat Dialog Kebijakan Wikithon Nitiwanita
Pemuda dan DPRD Bali Bahas Penguatan Partisipasi Perempuan Lewat Dialog Kebijakan Wikithon Nitiwanita. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Upaya memperkuat partisipasi dan kepemimpinan perempuan di Bali terus didorong melalui ruang dialog dan kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut diwujudkan dalam Dialog Kebijakan #2 Wikithon Partisipasi Publik–Nitiwanita yang digelar oleh BASAibu Wiki—Bali di Gedung Wanita Santhi Graha, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Dialog Kebijakan #1 yang diselenggarakan pada Desember 2025. Pada dialog sebelumnya, para pemuda bersama perwakilan pemerintah, akademisi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan merumuskan gagasan pemenang Wikithon Nitiwanita dalam bentuk draf risalah kebijakan (policy brief).

Risalah kebijakan tersebut berisi rekomendasi strategis terkait penguatan partisipasi serta kepemimpinan perempuan di Bali, sekaligus arah implementasi kebijakan yang dapat dilakukan bersama.

Managing Director BASAibu Wiki—Bali, Ni Nyoman Clara Listya Dewi mengatakan dialog kebijakan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan secara langsung kepada para pengambil kebijakan.

Baca Juga :  DPRD Bali Setujui Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah, Perkuat Fondasi PAD

“Pada kesempatan ini hadir Gek Diah, anggota DPRD Provinsi Bali untuk berdialog bersama. Kesepakatan dalam dialog ini akan menjadi pertimbangan bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan. Kami ingin mendorong lebih banyak lagi peran aktif pemuda dalam menentukan kebijakan,” ujarnya.

Diskusi diawali dengan pemaparan Juara I Kategori Umum Wikithon Nitiwanita I Komang Putra Budi Kurniawan yang memperkenalkan gagasan program KulKul Wadon.

Program tersebut dirancang sebagai upaya pemberdayaan perempuan di tingkat desa dengan membuka ruang partisipasi perempuan dalam proses musyawarah pembangunan daerah.

Dialog ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya DPRD Provinsi Bali, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, Paiketan Krama Istri Bali, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Denpasar, serta berbagai komunitas dan organisasi kepemudaan.

Baca Juga :  Depresi, Pemuda Asal Busungbiu Lakukan Percobaan Bundir di Atas Jembatan Shortcut Penyalin

Peserta dialog dibagi ke dalam tiga kelompok diskusi dan menjalani dua sesi pembahasan. Sesi pertama membahas penyempurnaan format risalah kebijakan dalam bentuk deskriptif dan infografis serta rencana diseminasi kepada para pemangku kebijakan.

Sementara sesi kedua membahas rencana keberlanjutan program serta sistem monitoring aksi untuk memastikan efektivitas implementasinya.

Dialog kemudian ditutup dengan penandatanganan berita acara kesepakatan bersama oleh perwakilan pemerintah, pemuda, dan komunitas yang hadir.

Dari hasil diskusi tersebut, disepakati sejumlah langkah lanjutan, di antaranya penyusunan panduan berbicara dalam rapat dan panduan alur musyawarah perempuan dalam penyusunan RPJMD yang akan disusun oleh pemuda bersama akademisi dan Yayasan Bali Sruti.

Selain itu, program KulKul Wadon akan dilaksanakan dengan memberikan pembekalan kepada pemuda desa dan kelurahan terkait cara berbicara dalam rapat, penyusunan RPJMD, serta pelaksanaan musyawarah perempuan di tingkat desa.

Baca Juga :  DPRD Bali Setujui Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah, Perkuat Fondasi PAD

Sementara itu, para pemuda yang tergabung dalam Duta Bahasa Provinsi Bali, Duta GenRe Provinsi Bali, mahasiswa Universitas Bali Internasional, serta Forum Komunikasi OSIS Kota Denpasar akan terlibat dalam pembuatan video layanan publik terkait pos pengaduan perempuan dan anak.

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bali, Putu Diah Pradnya Maharani, yang akrab disapa Gek Diah, menilai gagasan yang lahir dari Wikithon Nitiwanita menunjukkan kreativitas generasi muda dalam menyikapi isu partisipasi perempuan di Bali.

“Saya berharap keterlibatan berbagai pihak dalam dialog ini dapat memperkuat kesadaran bersama bahwa perempuan memiliki hak dan kapasitas untuk menjadi pemimpin. Saya juga mengapresiasi seluruh peserta yang terus memperjuangkan isu perempuan di Bali,” ujarnya.(r/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News