Murid-murid sedang makan bekal dari orang tuanya
Murid-murid sedang makan bekal dari orang tuanya. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM — Ratusan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 5 Karangasem terpaksa dikembalikan setelah ditemukan dugaan makanan tidak layak konsumsi, Rabu (4/2/2025). Temuan tersebut meliputi nasi yang belum matang sempurna serta lauk sate ayam lilit yang diduga sudah basi.

Menindaklanjuti kondisi itu, pihak sekolah langsung mengambil langkah antisipatif dengan melarang murid mengonsumsi menu MBG pada hari tersebut. Sekolah juga segera menginformasikan kepada orang tua agar membawakan sarapan dari rumah untuk anak-anak mereka.

“Ya, satenya seperti kurang matang dan rasanya masem. Nasinya juga kering seperti dimasak dengan air kurang,” ujar Kepala SD Negeri 5 Karangasem, Putu Arnawa, saat ditemui di sekolah.

Baca Juga :  Implementasi Program MBG, Dewan Buleleng Beri Sorotan Tajam

Arnawa menyebutkan, kejadian tersebut merupakan yang pertama kali dialami sekolahnya sejak menerima program MBG. Di SD Negeri 5 Karangasem terdapat 240 murid penerima MBG. Selama ini, distribusi dilakukan dalam dua tahap dan pengecekan rutin dilakukan sejak pengantaran pertama.

“Baru pertama menunya sate. Sebelumnya makanannya enak, murid senang, dan tidak pernah ada masalah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Subagan II, Ariasa, mengakui adanya keluhan dari pihak sekolah. Ia menyebut sate ayam lilit pada menu MBG pagi itu memang terasa ‘masem’, namun menegaskan bukan basi.

Baca Juga :  Suasana Sunyi MPLS di SDN 3 Bukit Karangasem, Murid Baru Hanya Dua Orang

“Ya, satenya memang masem. Padahal sebelum didistribusikan sudah kami cek dan kondisinya baik. Kemungkinan ini akibat penggunaan kelapa dalam proses pengolahan. Kami mohon maaf, dan ke depan menu sate akan kami hapus,” ujarnya saat menarik kembali MBG dari SD Negeri 5 Karangasem.

Ariasa menjelaskan, bahan sate telah dipersiapkan sejak Selasa sore dan baru dimasak pada Rabu dini hari sekitar pukul 03.00 WITA di dapur MBG. Terkait keluhan nasi yang disebut belum matang, ia membantahnya.

Baca Juga :  MPLS Ramah Resmi Dimulai, Pemkab Buleleng Dorong Lahirnya Generasi Berkarakter, Aman, dan Bebas Perundungan

“Kalau dibilang mentah, menurut saya tidak. Nasinya matang, hanya saja bagian atasnya agak kering. Kemungkinan karena air saat memasak kurang,” jelasnya.

Ia menambahkan, menu MBG hari itu terdiri dari nasi, sate ayam lilit, sayur urab, tahu, dan buah rambutan. Selain SD Negeri 5 Karangasem, keluhan serupa juga disampaikan oleh SD Negeri 1 Karangasem.

Untuk diketahui, SPPG Subagan II melayani sekitar 11 sekolah tingkat SD dan SMP dengan total penerima MBG mencapai sekitar 2.400 murid. Pihak penyedia memastikan evaluasi akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News