Pertamina Patra Niaga Gandeng UMKM Kuliner Fast Food, Dongkrak Penjualan Bright Gas di Bali
Pertamina Patra Niaga Gandeng UMKM Kuliner Fast Food, Dongkrak Penjualan Bright Gas di Bali. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR — Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Sales Area Retail Bali terus mendorong peningkatan penjualan LPG Non-PSO Bright Gas dengan menggandeng pelaku UMKM kuliner fast food di seluruh wilayah Provinsi Bali. Kolaborasi ini dijalankan melalui skema kerja sama Business to Business (B2B).

Program tersebut dirancang sebagai solusi pemenuhan energi bagi pelaku usaha menengah ke atas, khususnya sektor kuliner, yang membutuhkan pasokan LPG dalam jumlah besar, aman, dan sesuai regulasi. Bright Gas sendiri tersedia dalam kemasan 5,5 kg, 12 kg, dan 50 kg, dengan sistem pengiriman cepat langsung dari agen resmi Non-PSO Pertamina.

Tak hanya menjamin keaslian produk, Pertamina juga menghadirkan layanan purna jual (after sales service) guna memastikan operasional mitra usaha tetap berjalan optimal.

Baca Juga :  DJP Tegaskan Dukungan bagi UMKM, Tarif Pajak Final 0,5 Persen Tetap Berlaku Lewat PP Nomor 20 Tahun 2026

“Selain pasokan yang terjamin, mitra usaha juga mendapatkan layanan pengiriman langsung, after sales service, serta peluang menjadi sub-penyalur Bright Gas,” ungkap Sales Area Manager Retail Pertamina wilayah Bali, Endo Eko Satryo, dalam keterangan tertulisnya.

Pertamina Sales Area Retail Bali mencatat masih ditemukannya penggunaan LPG subsidi (PSO) di sektor usaha, yang berpotensi menimbulkan penyalahgunaan subsidi serta risiko keselamatan. Oleh karena itu, Pertamina mendorong pelaku usaha kuliner dan fast food untuk beralih menggunakan LPG Non-PSO Bright Gas.

Sejauh ini, Pertamina telah menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra usaha di Bali, di antaranya Ayam Crispy Kriuk (ACK), Laundry Sung, BUPDA Canggu, dan BUPDA Dalung. Implementasi kerja sama dilakukan melalui sosialisasi bersama pemerintah daerah, inspeksi terpadu (sidak), hingga penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Baca Juga :  20 Petugas Kebersihan Disiagakan Selama Karangasem Festival 2026

Hasilnya, program B2B Bright Gas menunjukkan pertumbuhan signifikan. Penjualan Bright Gas di Bali tercatat meningkat hingga 391 persen, setara dengan 3.194 metrik ton (MT). Pertamina juga telah menandatangani MoU B2B dengan lebih dari 100 outlet ACK, sehingga total outlet Bright Gas di Bali kini mencapai 1.302 outlet.

“Pertumbuhan penjualan Bright Gas di Bali mencapai 391 persen. Ini menunjukkan bahwa pelaku usaha semakin sadar pentingnya penggunaan LPG Non-PSO yang aman dan tepat sasaran, terutama di sektor kuliner dan fast food,” jelas Endo.

Baca Juga :  Suwastika Lestarikan Kerajinan Tedung Bali, BRImo Permudah Transaksi dan Pengembangan Usaha

Terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa program ini juga mendukung kebijakan pemerintah dalam memastikan penggunaan LPG sesuai peruntukan.

“Program B2B Bright Gas ini merupakan komitmen Pertamina dalam mendukung UMKM kuliner agar menggunakan energi yang aman, berkualitas, dan sesuai regulasi. Selain meningkatkan penjualan Bright Gas, program ini juga menjadi upaya bersama mencegah penyalahgunaan LPG subsidi,” ujarnya.

Saat ini, Pertamina Patra Niaga wilayah Bali masih membuka peluang kerja sama B2B Bright Gas bagi pelaku UMKM kuliner maupun sektor usaha lainnya. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Pertamina Contact Center 135.(tis/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News