
BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM — Pantai Candidasa kini benar-benar bersolek. Di pesisir Desa Bugbug, proyek penataan kawasan pantai mulai berjalan sebagai jawaban atas persoalan abrasi yang selama puluhan tahun perlahan menggerus daratan dan mengancam kawasan wisata andalan Kabupaten Karangasem.
Abrasi di Candidasa bukan persoalan baru. Ancaman kerusakan pesisir telah lama disuarakan berbagai pihak, mengingat kawasan ini merupakan salah satu pintu masuk utama pariwisata Karangasem. Tim Ahli Bupati Karangasem Bidang Pariwisata, I Wayan Tama, menegaskan bahwa penanganan abrasi menjadi kebutuhan mendesak demi menjaga keberlanjutan destinasi.
“Candidasa adalah wajah pariwisata Karangasem. Jika pesisirnya rusak, maka citra pariwisata ikut tergerus,” ujarnya.
Proyek penataan Pantai Candidasa dikerjakan oleh PT Hutama Karya dengan cakupan pekerjaan yang cukup luas, meliputi penguatan garis pantai, penataan kawasan pesisir, pembangunan jalur pedestrian, sistem drainase, hingga jalan lingkar. Pada tahap awal, nilai investasi proyek ini mencapai ratusan miliar rupiah.
Humas PT Hutama Karya, Ngatno, memastikan pelaksanaan proyek tetap memperhatikan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir, khususnya nelayan.
“Kami memastikan aktivitas nelayan tetap berjalan. Pembangunan tidak boleh mematikan mata pencaharian masyarakat setempat,” tegasnya.
Bagi pelaku pariwisata, penataan Pantai Candidasa memunculkan optimisme baru. Ketua PHRI Karangasem, I Wayan Kariasa, menilai proyek ini sebagai momentum kebangkitan kawasan wisata Candidasa yang sempat tertekan akibat abrasi dan penurunan kualitas lingkungan.
“Jika pantainya tertata dengan baik dan aman dari abrasi, wisatawan akan kembali. Dampaknya langsung terasa bagi hotel, restoran, dan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Harapan serupa juga datang dari warga lokal. Tokoh masyarakat Banjar Samuh, Desa Bugbug, I Nengah Supartha, berharap penataan pantai benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.
“Kami ingin pantai ini tidak hanya indah dipandang, tetapi juga aman untuk melaut dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga,” katanya.
Penataan Pantai Candidasa bukan sekadar proyek beton dan batu pemecah ombak. Lebih dari itu, proyek ini menjadi denyut baru untuk menghidupkan kembali pariwisata Karangasem, sekaligus memastikan masyarakat pesisir tetap menjadi bagian penting dari masa depan Candidasa.(st/bpn)












