
BALIPORTALNEWS.COM, BANGLI — Dosen ITB STIKOM Bali melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema ‘Penguatan Media Digital dan Pengembangan Strategi Intelektual melalui Kegiatan Interaktif Bernuansa Budaya Lokal’ di Yayasan Amara Bhawana Sastra, Desa Susut, Kabupaten Bangli, Sabtu (10/1/2026).
Kegiatan PKM ini diketuai oleh Dr. I Nyoman Bagus Pramartha, S.Pd., M.Pd., bersama Komang Hari Santhi Dewi, S.Pd., M.Pd., dan Wayan Andrika Putera, S.Kom., M.Kom. Turut hadir Ketua Yayasan Amara Bhawana Sastra, I Wayan Juni Artayasa, S.Pd., M.Si., C.M.C., beserta para pengelola dan relawan yayasan.
Program ini bertujuan meningkatkan literasi media digital sekaligus memperkuat strategi pengembangan lembaga sosial dan pendidikan melalui pendekatan yang berpijak pada nilai-nilai budaya lokal Bangli.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Amara Bhawana Sastra, I Wayan Juni Artayasa, menyampaikan apresiasi atas kepedulian civitas akademika ITB STIKOM Bali terhadap pengembangan yayasan di wilayah pedesaan.
“Adaptasi teknologi dan penguatan budaya lokal dalam edukasi merupakan tantangan sekaligus peluang besar bagi yayasan agar tetap relevan di era digital,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim PKM, Dr. I Nyoman Bagus Pramartha, menekankan bahwa pengembangan strategi intelektual interaktif tidak sekadar berfokus pada media pembelajaran, tetapi juga pada upaya membangun motivasi dan karakter generasi muda.
“Kami ingin Yayasan Amara Bhawana Sastra memiliki peran edukatif yang kuat, dengan budaya lokal Bangli sebagai daya tarik utama dalam media pembelajaran sosial dan pendidikan,” jelasnya.
Pada sesi berikutnya, Komang Hari Santhi Dewi memandu simulasi penyusunan standar strategi pembelajaran yang selaras dengan kurikulum pendidikan formal, sekaligus tetap memenuhi indikator capaian pembelajaran yang ditetapkan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pendampingan teknis oleh Wayan Andrika Putera terkait optimalisasi platform digital, khususnya website yayasan, sebagai sarana informasi dan transparansi bagi masyarakat serta calon donatur. Para peserta tampak antusias mengikuti praktik langsung penguatan media digital yang dipadukan dengan pendekatan budaya lokal.

Rangkaian PKM ditutup dengan penyerahan modul panduan serta sesi foto bersama sebagai simbol komitmen keberlanjutan kerja sama antara akademisi dan lembaga sosial.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Amara Bhawana Sastra diharapkan mampu bertransformasi menjadi lembaga yang lebih adaptif, informatif, dan tetap berakar kuat pada nilai budaya lokal sebagai fondasi pengembangan intelektualitas.(*/bpn)












