
BALIPORTALNEWS.COM, PECATU – Lovissa Social Café resmi memperkenalkan diri kepada publik melalui acara eksklusif bertajuk ‘Afternoon Soirée’ yang digelar pada Minggu (14/12/2025) di Jl. Labuansait No. 27 A, Pecatu, Kuta Selatan, Badung. Acara ini dihadiri rekan media, travel agent, serta mitra industri pariwisata sebagai ajang perkenalan konsep dan atmosfer Lovissa Social Café.
Pemilik Lovissa Social Café, Drs. I Ketut Suiasa, SH., menegaskan bahwa Lovissa tidak sekadar menghadirkan tempat makan, melainkan sebuah destinasi sosial yang mengutamakan pengalaman menyeluruh bagi pengunjung.
“Kami ingin setiap tamu mendapatkan pengalaman yang lebih dari sekadar rasa. Kenyamanan suasana menjadi kunci agar tamu ingin kembali menikmati sarapan, makan siang, hingga makan malam di Lovissa,” ujar Suiasa.
Acara ‘Afternoon Soirée’ dikemas secara intim dengan pertunjukan musik akustik, sajian makanan ringan, dan minuman, sekaligus menjadi ruang membangun jejaring serta kolaborasi antarpelaku industri pariwisata.
Suiasa mengungkapkan, keputusan terjun ke bisnis Food & Beverage (F&B) didasari analisis pasar di kawasan Pecatu yang terus berkembang sebagai destinasi wisata. Menurutnya, pertumbuhan akomodasi di kawasan Bukit membutuhkan dukungan fasilitas F&B yang memadai.
“Pecatu masih membutuhkan lebih banyak pilihan F&B. Selain itu, saya juga memiliki unit villa yang membutuhkan dukungan layanan ini. Jadi ini adalah langkah strategis berdasarkan kebutuhan pasar,” jelasnya.
Ia juga menyoroti dominasi pelaku non-lokal di sektor F&B kawasan Bukit. Hal ini justru menjadi motivasi untuk mendorong pelaku lokal agar berani bersaing di level global.
“Persaingan sekarang bukan lagi lokal, tapi global. Kita harus berani, jangan takut gagal. SDM lokal kita tidak kalah, tinggal bagaimana berkolaborasi dan mengoptimalkan potensi,” tegasnya.
Lovissa Social Café menghadirkan perpaduan menu Western dan Indonesian Food dengan harga yang tetap terjangkau bagi wisatawan maupun masyarakat lokal. Menu favorit masih akan dievaluasi secara berkala setiap tiga bulan sesuai selera pasar.
Keunikan lain yang ditawarkan Lovissa adalah pengalaman interaktif, di mana pengunjung dapat ikut mencoba proses memasak menu tertentu seperti nasi goreng, sate, atau hidangan Nusantara lainnya tanpa biaya tambahan.
“Pengunjung tidak hanya menikmati makanan, tetapi juga mendapat pengalaman baru,” kata Suiasa.

Seluruh tenaga kerja di Lovissa Social Café merupakan Warga Negara Indonesia dengan dominasi pekerja lokal Bali, sebagai bagian dari komitmen pemberdayaan masyarakat sekitar.
Ke depan, Lovissa Social Café juga berencana mengembangkan cooking class serta layanan kolaboratif dengan sektor pariwisata lain. Suiasa menegaskan bahwa kunci keberlanjutan usaha pariwisata adalah kolaborasi.
“Sekarang tidak bisa berjalan sendiri. Siapa yang mampu membangun kolaborasi dengan baik, dia yang akan bertahan,” pungkasnya.
Dengan hadirnya Lovissa Social Café, diharapkan dapat memperkaya pilihan kuliner di kawasan Pecatu sekaligus memperkuat peran pelaku lokal dalam ekosistem pariwisata Bali.(tis/bpn)












