BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR — Bali Paper Ink, brand tato temporary asal Bali, resmi membuka store terbarunya yang berlokasi di Jalan Tukad Barito, Panjer, Denpasar, Minggu (28/12/2025). Pembukaan gerai ini sekaligus memperkenalkan konsep baru yang menggabungkan layanan tato temporary dengan coffee shop.
Acara grand opening dibuka dengan Fun Run 5K yang diikuti 70 pelari dari berbagai komunitas, serta dimeriahkan DJ Live Performance oleh DJ Khania Angelice. Usai Fun Run, peresmian dilanjutkan dengan ribbon cutting ceremony.
Founder Bali Paper Ink, Havidz Najjar, mengatakan bahwa grand opening kali ini berbeda dari sebelumnya karena menghadirkan Fun Run sebagai bagian dari konsep kolaboratif bersama coffee shop baru mereka, Alonica Coffee.
“Ini pertama kalinya kami menggelar Fun Run karena hype lari sedang sangat tinggi. Selain itu, budaya para pelari setelah berolahraga biasanya menikmati kopi. Jadi kami sekaligus memperkenalkan coffee shop baru dan memberikan kopi gratis untuk seluruh peserta,” jelas Havidz.
Store Panjer menjadi cabang ke-5 Bali Paper Ink, dengan dua cabang di Denpasar serta cabang lainnya di Legian, Canggu, dan Tuban.
Havidz menceritakan bahwa bisnisnya bermula dari kamar kos saat pandemi Covid-19 dan kini berkembang pesat karena tingginya minat wisatawan maupun warga lokal.
“Awalnya kami jualan dari kos. Antusias pembeli, terutama wisatawan mancanegara, sangat tinggi sampai parkiran penuh. Dari situ kami putuskan membuka toko,” ungkapnya.
Saat ini, sekitar 70 persen pelanggan Bali Paper Ink adalah wisatawan mancanegara, sementara sisanya merupakan pelanggan lokal, termasuk banyak pelajar SMP dan SMA.
Produk Bali Paper Ink menggunakan tinta buah yang aman untuk kulit, cocok untuk usia 3 tahun ke atas. Tersedia dua tipe tato temporary, yakni: durasi 1 minggu yang cocok untuk wisatawan yang hanya berlibur beberapa hari, dan durasi 1 bulan (premium) dengan tampilan lebih real dan tahan lama
“Tidak ada kasus alergi sejauh ini. Semua kulit aman karena menggunakan tinta buah,” jelas Havidz.
Kisaran harga dimulai dari Rp15.000 untuk ukuran kecil hingga Rp180.000 untuk tato ukuran full back. Desain juga bisa custom dengan minimal order.
Menariknya, Bali Paper Ink juga berkolaborasi dengan banyak studio tato permanen. “Kami ini bestie dengan tato permanen. Banyak artis tato beli produk kami sebagai contoh sebelum menato kliennya. Kalau ada pelanggan ingin tato permanen, kami arahkan ke studio-studio partner,” katanya.

Wilayah Panjer dipilih karena kawasan tersebut dinilai sebagai pusat aktivitas anak muda dengan banyak coffee shop dan komunitas kreatif.
“Kalau ingin meng-influence anak muda, kita harus dekat dengan pusatnya. Panjer itu pusat tongkrongan anak muda,” ujar Havidz.
Pada hari pembukaan, Bali Paper Ink memberikan promo diskon 50% untuk semua item, termasuk menu kopi.
Havidz berharap konsep store baru ini dapat menjadi ruang kreatif yang menyatu dengan gaya hidup anak muda Bali.
“Harapannya Bali Paper Ink bisa menjadi lifestyle anak muda. Tempat nongkrong, ngopi, sambil tatoan semua bisa dilakukan di satu tempat,” tutup Havids kepada sejumlah awak media.(tis/bpn)













