Kolaborasi HI UI dan HI Unud Ajak Siswa SMA Negeri 7 Denpasar Dukung Kampanye SDGs 12 “Zero Food Waste: Langkah Kecil, Dampak Global”
Kolaborasi HI UI dan HI Unud Ajak Siswa SMA Negeri 7 Denpasar Dukung Kampanye SDGs 12 “Zero Food Waste: Langkah Kecil, Dampak Global”. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR — Departemen Hubungan Internasional (HI) FISIP Universitas Indonesia (UI) berkolaborasi dengan Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana dalam kegiatan edukasi dan kampanye bertajuk ‘Zero Food Waste: Langkah Kecil, Dampak Global’ yang digelar di SMA Negeri 7 Denpasar, Jumat (7/11/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus wujud dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-12, yakni Responsible Consumption and Production.

Kampanye edukatif ini diikuti sekitar 100 siswa-siswi SMA Negeri 7 Denpasar dan bertujuan menumbuhkan kesadaran tentang tingginya tingkat food waste (sampah makanan) di Indonesia serta dampaknya terhadap ekonomi, ketahanan pangan, dan perubahan iklim.

Para siswa terlibat dalam berbagai aktivitas interaktif seperti sosialisasi, pemasangan poster kampanye SDGs 12 di perpustakaan sekolah, kuis edukatif, serta menyanyikan lagu “SDGs Song” yang diciptakan oleh Dr. Gracia Paramita, dosen HI FISIP UI.

Baca Juga :  Uangku Aman, Dataku Selamat: PUM Unud Edukasi Siswa SDN 1 Kemenuh

Kepala SMA Negeri 7 Denpasar, Cokorda Gede Anom, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi antara perguruan tinggi dan dunia pendidikan menengah.

“Kami sangat berterima kasih atas inisiatif dari FISIP UI dan Universitas Udayana yang telah membawa kampanye edukatif ini ke sekolah kami. Kolaborasi seperti ini menanamkan nilai keberlanjutan sejak dini dan membangun tanggung jawab sosial generasi muda,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Bali dan Indonesia untuk turut serta membangun kesadaran lingkungan di kalangan pelajar.

Dosen HI FISIP UI, Asra Virgianita, Ph.D., yang hadir sebagai pemateri, menekankan bahwa di tengah krisis pangan global dan ancaman perubahan iklim, isu food waste semakin relevan dan mendesak untuk ditangani.

“Food waste adalah makanan layak konsumsi yang terbuang sia-sia, baik di rumah tangga, pasar, restoran, maupun industri. Dampaknya bukan hanya pada ekonomi dan lingkungan, tetapi juga memperlebar ketimpangan sosial. Jutaan orang kelaparan, sementara jutaan ton makanan dibuang setiap tahun,” jelasnya.

Baca Juga :  Uangku Aman, Dataku Selamat: PUM Unud Edukasi Siswa SDN 1 Kemenuh

Menurut data, Indonesia merupakan salah satu penyumbang sampah makanan terbesar di Asia Tenggara  lebih dari 20 juta ton makanan terbuang setiap tahun. Ironisnya, kondisi ini terjadi di tengah tingginya angka stunting dan gizi buruk.

Asra mengajak siswa untuk menjadi agen perubahan dalam upaya pengurangan food waste.

“Bayangkan jika setiap siswa mulai membawa bekal secukupnya, menghabiskan makanannya, dan mengajak teman-temannya melakukan hal yang sama. Dampaknya akan luar biasa besar,” ujarnya.

Perwakilan Universitas Udayana, Ni Nyoman Clara Listia Dewi, M.A., menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara kampus dan sekolah dalam meningkatkan literasi keberlanjutan di Bali.

Baca Juga :  Uangku Aman, Dataku Selamat: PUM Unud Edukasi Siswa SDN 1 Kemenuh

“Bali sebagai daerah pariwisata menghadapi tantangan unik dalam pengelolaan sampah makanan. Salah satu sumber signifikan berasal dari sisa makanan dalam upacara keagamaan seperti odalan, galungan, dan ngaben. Karena itu, edukasi sejak dini menjadi sangat penting,” ungkapnya.

Clara menegaskan bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya menyebarkan informasi, tetapi juga membangun jejaring aksi lintas generasi.

“Ketika siswa memahami dan menyuarakan isu keberlanjutan, mereka tidak hanya belajar, tetapi juga menjadi bagian dari solusi,” tegasnya.

Antusiasme siswa SMA Negeri 7 Denpasar terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif menjawab pertanyaan, berdiskusi, hingga ikut menyebarkan pesan Zero Food Waste melalui media sosial pribadi.

Kegiatan kampanye SDGs 12 ini diharapkan dapat memperluas dampak edukatif, memperkuat kesadaran kolektif, dan menumbuhkan kebiasaan konsumsi bertanggung jawab di kalangan pelajar menjadikan mereka agen perubahan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.(r/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News