Bangli Terima Pataka I Gusti Ngurah Rai, Bupati Sedana Arta Ajak Masyarakat Rawat Semangat ‘Jengah’
Bangli Terima Pataka I Gusti Ngurah Rai, Bupati Sedana Arta Ajak Masyarakat Rawat Semangat ‘Jengah’. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BANGLI — Suasana khidmat menyelimuti Alun-alun Bangli saat Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta memimpin upacara serah terima Pataka, Panji-panji, dan Surat Sakti Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai, Sabtu (15/11/2025). Prosesi sakral ini menjadi bagian penting dari rangkaian Peringatan Hari Pahlawan dan HUT Puputan Margarana.

Pataka tersebut diterima secara estafet dari Kabupaten Klungkung dan akan dikirab mengelilingi Kabupaten Bangli sebelum diserahkan kembali ke Kabupaten Gianyar. Upacara ini dihadiri Wakil Bupati Bangli, Sekda Bangli, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, TNI-Polri, veteran, organisasi masyarakat, ASN, serta ratusan pelajar.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Sedana Arta menegaskan bahwa serah terima Pataka ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk meneladani nilai juang para pahlawan.

“Kita tingkatkan jiwa nasionalisme dan kebangsaan melalui napak tilas ini,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk merawat semangat perjuangan I Gusti Ngurah Rai.

“Semangat Pahlawan I Gusti Ngurah Rai dalam mempertahankan kemerdekaan dan tidak mau kompromi, harus kita jaga dan rawat bersama,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sedana Arta juga menegaskan bahwa semangat kepahlawanan harus diwujudkan dalam kerja nyata melalui spirit ‘jengah’.

“Gerakan pembangunan yang sudah kita lakukan akan terus kita gemakan, sehingga rasa jengah untuk membangun Bangli akan semakin terpatri di sanubari dan dada seluruh masyarakat Bangli. Inilah saatnya Bangli melompat lebih tinggi,” ujar Sedana Arta.

Semangat ‘jengah’ yang dimaksud adalah dorongan kuat untuk maju, rasa malu jika tidak berbuat yang terbaik, serta tekad menciptakan perubahan positif bagi Bangli.

Usai prosesi, Pataka, Panji-panji, dan Surat Sakti I Gusti Ngurah Rai akan dikirab mengelilingi Bangli dan kemudian disemayamkan sementara di Tugu Makam Pahlawan Penglipuran dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Setelah itu, rangkaian estafet akan dilanjutkan menuju Kabupaten Gianyar.

Upacara ini menjadi simbol penghormatan Bangli atas jasa para pahlawan, sekaligus pengingat bahwa perjuangan belum selesai, tugas generasi hari ini adalah melanjutkan dengan aksi nyata dan pembangunan berkelanjutan.(an/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News