500 Peserta Semarakkan Turnamen Ceki Umanis Kuningan di Banjar Kaja Kauh Desa Samplangan. sumber foto :istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, GIANYAR – Suasana Umanis Kuningan pada Minggu, 30 November 2025, semakin semarak dengan digelarnya Turnamen Ceki oleh Banjar Adat Kaja Kauh, Desa Adat Samplangan, Gianyar.

Ajang yang diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Gianyar tersebut menjadi wadah pelestarian budaya, penguatan kebersamaan warga, sekaligus sarana penggalian dana.

Turnamen dibuka secara resmi oleh Ketua DPRD Kabupaten Gianyar yang juga Ketua KORMI Gianyar, I Ketut Sudarsana. Politisi PDI Perjuangan tersebut menegaskan turnamen ceki bukanlah kegiatan berjudi, melainkan kompetisi olahraga rekreasi yang sudah berada di bawah naungan KORMI.

“Turnamen ini bukan ajang judi. Ini adalah kegiatan positif untuk menyatukan rasa menyama braya antar warga,” tegas Sudarsana.

Kelian Banjar Adat Kaja Kauh, I Gede Purianata, didampingi Wakil Kelian I Gede Ngenteg Adnyana, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menjaga tradisi leluhur sekaligus mempererat interaksi sosial. Peserta datang dari berbagai wilayah seperti Ubud, Tampaksiring, Blahbatuh, serta desa-desa sekitar seperti Tegaltugu, Gianyar, dan Sidan.

500 Peserta Semarakkan Turnamen Ceki Umanis Kuningan di Banjar Kaja Kauh Desa Samplangan. sumber foto : istimewa

Ketua Panitia, I Putu Punarbawa, memaparkan teknis pertandingan yang dibuat profesional dan transparan. Pada babak penyisihan terdapat dua sesi, masing-masing dengan 50 meja dan menghasilkan 50 pemenang.

Dari total 100 pemenang, pertandingan berlanjut ke:

  • Perempat final: 20 meja → 20 pemenang
  • Semifinal: 5 meja, masing-masing 4 pemain → 1 pemenang tiap meja
  • Final: 5 finalis memperebutkan gelar juara

Penentuan pemenang dilakukan berdasarkan perolehan poin tertinggi dan tercepat. Ngandang bernilai 2 poin, ngenenbernilai 1 poin. Jika poin sama, penentuan dilakukan dari kecepatan putaran saat poin diperoleh.

Punarbawa kembali menegaskan bahwa turnamen ceki murni adalah olahraga rekreasi tanpa unsur taruhan.

“Aturan bermain sangat jelas: tidak boleh ada taruhan. Ini turnamen resmi di bawah KORMI,” ujarnya.

Turnamen ceki yang meriah ini menyediakan total hadiah Rp6,8 juta. Adapun para juara adalah:

  • Juara 1: Dek Apel
  • Juara 2: AA Eka Putra
  • Juara 3: I Nyoman Suastika

Kegiatan yang berlangsung penuh antusiasme ini diharapkan dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya menjaga tradisi sekaligus memperkuat kebersamaan warga Gianyar. (*/BPN)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News