Minat Baca Warga Karangasem Masih Rendah
Minat Baca Warga Karangasem Masih Rendah. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Minat baca masyarakat di Kabupaten Karangasem masih tergolong rendah. Kondisi ini terlihat dari sepinya kunjungan ke Perpustakaan Daerah Karangasem, meski lembaga tersebut memiliki ribuan koleksi buku hingga puluhan naskah kuno yang telah dialihaksarakan dan didigitalisasi.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Karangasem, I Nyoman Sudiatmika, mengakui hal tersebut. Menurutnya, rata-rata jumlah pengunjung harian hanya berkisar antara 25 hingga 50 orang, angka yang terbilang minim dibandingkan dengan potensi jumlah pembaca di daerah.

“Ya, masih rendah sekali. Mungkin karena pengaruh perkembangan zaman digital. Masyarakat kini lebih banyak mengakses bacaan lewat smartphone. Semua sudah bisa dicari lewat Google,” ujarnya, Selasa (28/10/2025).

Sudiatmika menjelaskan, kemudahan akses digital menjadi salah satu faktor menurunnya minat masyarakat untuk datang langsung ke perpustakaan. Meski demikian, pihaknya menyiapkan sejumlah langkah untuk kembali menghidupkan semangat literasi di Karangasem.

“Ke depan kami akan menambah koleksi buku yang tidak tersedia di Google, agar masyarakat punya alasan datang langsung ke perpustakaan. Selain itu, kami juga akan memperkuat sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya membaca,” tambahnya.

Saat ini, Perpustakaan Daerah Karangasem memiliki 16.210 judul buku dengan total 26.000 eksemplar. Selain itu, terdapat 61 naskah kuno yang telah dialihaksarakan, meliputi usada, geguritan, kakawin, babad, dan karya sastra klasik lainnya. Dari jumlah tersebut, 176 judul telah melalui proses digitalisasi dengan total 325 eksemplar.

Untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, Dinas Perpustakaan juga mengoperasikan layanan perpustakaan keliling yang saat ini difokuskan ke sekolah-sekolah dasar. Upaya ini diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini.

Meski fasilitas dan koleksi terus ditingkatkan, tantangan utama masih terletak pada budaya baca masyarakat yang belum kuat. Pemerintah daerah berharap, pendidikan literasi sejak usia sekolah dapat menjadi fondasi bagi lahirnya generasi yang gemar membaca dan berpikir kritis di masa depan.(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News