Kepala Kanwil DJP Bali, Darmawan
Kepala Kanwil DJP Bali, Darmawan. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Bali mencatat penerimaan pajak sebesar Rp10,27 triliun hingga Agustus 2025, atau 57,12% dari target Rp17,99 triliun. Realisasi ini tumbuh 9,97% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dari Rp9,34 triliun menjadi Rp10,27 triliun.

Kepala Kanwil DJP Bali, Darmawan, dalam media briefing daring menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kontribusi dari delapan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di Bali.

“Sebanyak Rp10,27 triliun uang pajak telah dibayarkan oleh wajib pajak di Provinsi Bali dan dikelola melalui delapan KPP,” ujarnya.

Baca Juga :  Kanwil DJP Bali Blokir Rekening dan Sertifikat Elektronik 295 Penunggak Pajak, Nilainya Capai Rp76,2 Miliar

Adapun rinciannya:

  • KPP Madya Denpasar: Rp5.239,09 miliar (target Rp8.579,94 miliar)
  • KPP Pratama Denpasar Timur: Rp758,18 miliar (target Rp1.545,82 miliar)
  • KPP Pratama Denpasar Barat: Rp755,39 miliar (target Rp1.372,53 miliar)
  • KPP Pratama Badung Selatan: Rp1.105,29 miliar (target Rp1.805,61 miliar)
  • KPP Pratama Badung Utara: Rp1.123,28 miliar (target Rp1.943,49 miliar)
  • KPP Pratama Gianyar: Rp760,20 miliar (target Rp1.482,92 miliar)
  • KPP Pratama Tabanan: Rp281,31 miliar (target Rp751,52 miliar)
  • KPP Pratama Singaraja: Rp253,33 miliar (target Rp507,39 miliar)

Berdasarkan jenis pajak, penerimaan didominasi PPh sebesar Rp7.155,56 miliar, disusul PPN dan PPnBM Rp2.647,43 miliar, PBB dan BPHTB Rp1,56 miliar, serta pajak lainnya Rp471,53 miliar.

Dari sisi sektor usaha, kontribusi terbesar berasal dari:

  1. Perdagangan besar/eceran, reparasi kendaraan: Rp1.942,72 miliar (18,91%)
  2. Penyediaan akomodasi & makan minum: Rp1.657,09 miliar (16,13%)
  3. Aktivitas keuangan & asuransi: Rp1.368,68 miliar (13,32%)
  4. Administrasi pemerintahan, pertahanan & jaminan sosial wajib: Rp885,75 miliar (8,62%)
  5. Industri pengolahan: Rp744,75 miliar (7,25%)
  6. Sektor lainnya: Rp3.677,08 miliar (35,78%)
Baca Juga :  Empat Marketplace Resmi Pungut PPh Pedagang Online, DJP Tegaskan Bukan Pajak Baru

Darmawan menyoroti sektor pariwisata yang kembali bangkit dan mendorong penerimaan pajak. “Aktivitas ekonomi pariwisata Bali menunjukkan pertumbuhan signifikan. Penerimaan sektor akomodasi dan makan minum mencapai Rp1.657,09 miliar, tumbuh 25,07% dibandingkan tahun lalu,” jelasnya.

Ia menambahkan, kontribusi besar juga datang dari sektor real estat sebesar Rp592,57 miliar serta aktivitas profesional, ilmiah, dan teknis Rp500,90 miliar.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh wajib pajak di Bali atas kontribusi dan kepatuhannya. Penerimaan pajak ini sangat penting untuk membiayai pembangunan negara. Kami akan terus meningkatkan pelayanan demi mendukung kepatuhan dan kenyamanan wajib pajak,” pungkas Darmawan.(tis/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News