BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Setelah melalui pembahasan panjang dan alot, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Karangasem akhirnya mencapai kesepakatan untuk menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 sebesar Rp4 miliar. Keputusan itu diambil dalam rapat kerja ketiga pembahasan rancangan KUA dan PPAS 2026 yang berlangsung di Gedung DPRD Karangasem, Kamis (4/9/2025).
Sebelumnya, sempat muncul sejumlah usulan kenaikan target PAD, mulai dari Rp17 miliar hingga Rp2,5 miliar. Namun setelah melalui perhitungan mendetail, TAPD yang dipimpin Sekda Karangasem, I Ketut Sedana Merta bersama Banggar akhirnya menetapkan tambahan Rp4 miliar sebagai angka paling realistis.
Dengan penambahan ini, target PAD Karangasem dalam rancangan KUA dan PPAS 2026 yang awalnya naik sekitar Rp37 miliar kini bertambah menjadi Rp41 miliar lebih, sehingga total PAD dipatok mencapai Rp498 miliar lebih.
Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika, menyebut angka kesepakatan ini sudah cukup rasional dengan mempertimbangkan kondisi terkini.
“Saya rasa cukup realistis dengan melihat perkembangan belakangan ini. Tentu tim TAPD juga sudah berhitung dengan teliti sehingga menyepakati angka Rp4 miliar untuk penambahan PAD,” ujar Suastika.
Hal senada disampaikan Kepala BPKAD Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, yang menilai target tersebut masih bisa tercapai dengan kerja keras, terutama pada sektor-sektor pendapatan yang belum tergarap optimal.
“Harus optimis, target bisa tercapai. Kita bidik sektor pariwisata dan lainnya yang masih bisa dimaksimalkan kembali,” kata mantan Kepala Dinas Pertanian itu.
Sebelumnya diberitakan, rancangan pendapatan dalam KUA dan PPAS 2026 awalnya mencatat PAD sebesar Rp494,18 miliar, naik 8,31 persen atau Rp37,89 miliar dari APBD Induk 2025 yang menargetkan Rp456,28 miliar.(st/bpn)













