Tokocrypto Coinfest Asia 2025
(Kiri-Kanan). CEO Tokocrypto, Calvin Kizana dan CMO Binance, Rachel Conlan. Sumber Foto : tis/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Industri aset digital di Indonesia kian bergairah. Salah satu pionir exchange kripto, Tokocrypto, berhasil mencatatkan capaian besar dengan volume transaksi menembus Rp66,20 triliun sepanjang semester I 2025. Basis penggunanya kini sudah lebih dari 4,5 juta orang di seluruh nusantara.

Capaian ini menegaskan posisi Tokocrypto sebagai pemain utama di industri kripto tanah air, sekaligus bukti keberhasilan membangun kepercayaan publik terhadap aset digital dari Jawa hingga Papua.

Tahun 2024 menjadi titik balik penting bagi Tokocrypto. Selain berhasil meraih profitabilitas, Tokocrypto juga resmi mengantongi lisensi penuh sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang kini berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Status ini mengukuhkan Tokocrypto sebagai exchange kripto dengan tata kelola sehat, berkelanjutan, sekaligus acuan standar industri.

“Pencapaian ini merefleksikan misi kami untuk membangun exchange kripto terbaik di Indonesia, dengan produk berfokus pada pengguna, infrastruktur kuat, serta kepatuhan regulasi yang ketat,” ujar CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, Jumat (22/8/2025) dalam acara Coinfest Asia 2025 pada 21-22 Agustus 2025 di Nuanu City, Tabanan.

Tokocrypto terus menggulirkan inovasi. Setelah meluncurkan TokoPlay, Staking, dan Tokocrypto Prestige untuk institusi serta pengguna VIP, tahun ini perusahaan tengah menyiapkan fitur-fitur baru, seperti: Web3 Wallet, Tokocrypto Card 2.0, serta Layanan Futures/Derivatif.

Baca Juga :  Bitget Wallet Bidik Indonesia, Siapkan Fitur QR Scan hingga Crypto Card untuk Permudah Transaksi Web3

Selain teknologi, Tokocrypto juga konsisten pada misi edukasi. Sejak 2024, mereka telah menggelar 134 acara edukasi di 20 kota, menjangkau lebih dari 202 ribu peserta. Hingga pertengahan 2025, angka ini bertambah dengan 98 ribu peserta baru di 40 kota tambahan.

“Dengan dukungan penuh Binance, baik dalam teknologi maupun jaringan global, kami akan terus memperluas edukasi lewat program Web3 University Tour dan kolaborasi komunitas,” tambah Calvin.

Menghadapi 2025, Tokocrypto menargetkan pertumbuhan 3 kali lipat. Strateginya adalah inovasi produk, kolaborasi, dan penguatan kerja sama dengan sektor perbankan.

Baca Juga :  Edukasi Kripto Makin Masif, Tokocrypto Gelar Roadshow Bitcoin Pizza Day di Bali

Kolaborasi dengan OCBC dan blu by BCA Digital telah melahirkan produk finansial inovatif seperti Global Debit Tokocrypto Card, yang membuka jalan ekspansi ke sektor F&B, e-commerce, wellness, hingga healthcare.

Dengan populasi 270 juta jiwa dan dominasi generasi muda yang melek digital, Indonesia memiliki potensi besar sebagai pusat kripto Asia. Data Chainalysis bahkan menempatkan Indonesia di peringkat 3 dunia dalam adopsi kripto.

“Tokocrypto memposisikan diri bukan hanya sebagai exchange, tapi sebagai mitra strategis membangun ekosistem kripto yang inklusif, aman, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi transformasi ekonomi digital Indonesia,” tutup Calvin.

Sementara itu, CMO Binance, Rachel Conlan menegaskan bahwa Indonesia kini menjadi pasar kripto yang sangat penting di tingkat global.

Baca Juga :  Bitget Wallet Bidik Indonesia, Siapkan Fitur QR Scan hingga Crypto Card untuk Permudah Transaksi Web3

“Indonesia adalah salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat. Tahun lalu peringkat adopsi kripto Indonesia berada di posisi 7 dunia, dan tahun ini naik ke posisi 3. Ini pencapaian luar biasa,” ujar Rachel.

Ia menambahkan, kekuatan utama Indonesia ada pada populasi muda yang melek teknologi, di mana 60% penduduk berusia di bawah 30 tahun. Tidak hanya banyak trader dan hodler, Indonesia juga memiliki komunitas builder dan developer blockchain yang aktif.

“Kombinasi ini menjadikan Indonesia pasar yang unik. Dari sini, bisa lahir inovasi dan startup global baru. Peluangnya bukan hanya dalam investasi kripto, tapi juga menciptakan masa depan keuangan berbasis blockchain,” tutup Rachel dalam sesi tanya jawab dengan awak media.(tis/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News