Truk
Terungkap! Kronologi Kecelakaan Jalur 11 Karangasem, Sopir Truk Mengaku Tak Tahu Menyerempet Korban. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Fakta baru terungkap dalam insiden kecelakaan tragis di Jalur 11 Karangasem yang menewaskan I Wayan Kajeng (52), warga Banjar Dinas Kesimpar Kangin, Kecamatan Abang. Setelah melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi serta rekaman CCTV, pihak kepolisian berhasil merangkai kronologi kejadian secara lebih utuh.

Korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter Z DK 2684 AEB mengalami kecelakaan pada Selasa (6/8/2025), tepat di kawasan Simpang Tiga Veteran Timur, Padangkerta, Amlapura.

Plt. Kasatlantas Polres Karangasem, Iptu I Nyoman Sulatra menjelaskan bahwa kecelakaan berawal saat korban melaju di belakang truk DK 8160 GI yang dikemudikan IWS (41). Truk tersebut hendak belok kiri, sementara korban mencoba menyalip dari sisi kiri. Diduga karena jarak terlalu dekat dan ada kesalahan antisipasi, bagian belakang bak truk menyenggol motor korban, menyebabkan korban terjatuh dan mengalami luka berat di bagian kepala.

Baca Juga :  Pencuri Ternak Berantai di Karangasem Diringkus, Polisi Ungkap Modus Pelaku

“Saat kejadian, sopir truk mengaku tidak merasakan adanya benturan atau menyadari korban terjatuh. Pengakuan ini dikuatkan oleh beberapa saksi yang melihat langsung kejadian di lokasi,” terang Iptu Sulatra kepada wartawan.

Menariknya, IWS, sang sopir truk, tidak melarikan diri seperti yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial. Ia justru datang secara sukarela ke Polres Karangasem setelah mengetahui kabar bahwa truk miliknya terlibat dalam kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

“Kami apresiasi sopir yang datang langsung untuk memberikan keterangan. Ini menunjukkan sikap kooperatif. Saat ini, kedua kendaraan telah diamankan sebagai barang bukti,” lanjut Iptu Sulatra.

Baca Juga :  Mengutuk Pencurian Ketu Pedanda, Desa Adat Budakeling Segera Gelar Upacara Pembersihan

Pihak kepolisian juga masih mendalami peristiwa ini untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian, baik dari sopir truk maupun korban.

Korban sempat dilarikan ke RS Balimed Karangasem dalam kondisi kritis. Meski tim medis telah memberikan penanganan maksimal, nyawa korban tak tertolong akibat cedera kepala berat yang dialaminya.

“Pasien datang dengan kondisi penurunan kesadaran akibat cedera kepala berat. Tim medis sudah memberikan pertolongan intensif, namun kondisi pasien terus memburuk dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia,” ujar Humas RS Balimed, Christine Carolina.(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News