BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Nuanu Creative City kembali menegaskan diri sebagai kawasan pengembangan yang bertanggung jawab di Bali. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers pada Jumat (29/8/2025).
Konferensi pers dipimpin oleh Gede Wahyu Harianto, Senior Legal Officer Nuanu, dan Ida Ayu Astari Prada, Brand & Communications Director sekaligus Head of Nuanu Social Fund (NSF). Mereka menyebut kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan transparansi, kepatuhan hukum, sekaligus kontribusi Nuanu bagi masyarakat.
“Nuanu hadir untuk membangun dengan bertanggung jawab. Semua izin kami pastikan lengkap dan sesuai aturan, dan kami selalu terbuka pada pengawasan pemerintah,” ujar Gede Wahyu Harianto.
Nuanu berdiri di atas lahan 44 hektare berstatus HGB di zona pariwisata. Pembangunan, kata Gede, tetap memperhatikan kearifan lokal, seperti penggunaan ornamen bambu dan kayu.

Selain memberikan kontribusi lewat pajak dan lapangan kerja, Nuanu juga menggerakkan Nuanu Social Fund (NSF). Sejak 2023, NSF telah menyalurkan lebih dari Rp 4 miliar lebih untuk program sosial, budaya, pendidikan, hingga kesehatan. Beberapa proyek unggulannya antara lain restorasi Pura Beji, program literasi anak, pelatihan gamelan, serta dukungan pertanian berkelanjutan.
“Bagi kami, pembangunan bukan hanya soal infrastruktur. Nuanu harus tumbuh bersama masyarakat Bali,” tambah Ida Ayu Astari Prada.

Nuanu juga turut memperhatikan akses jalan dengan rutin melakukan perbaikan, serta merestorasi pura kuno di dalam kawasan. Mereka menegaskan pentingnya ketepatan informasi publik dan siap meluruskan informasi yang keliru.
Sebagai penanda kesiapan, Nuanu akan menggelar Grand Opening Fase Pertama pada 30 Agustus 2025 dengan menghadirkan pertunjukan seni, budaya, dan kolaborasi komunitas yang terbuka untuk masyarakat. (ads/bpn)













