AMMAN Men’s World Tennis Championship 2025 resmi digelar di Bali, menghadirkan tujuh seri turnamen internasional dan menjadi ajang penting bagi petenis muda Indonesia menuju level dunia.
AMMAN Men’s World Tennis Championship 2025 resmi digelar di Bali, menghadirkan tujuh seri turnamen internasional dan menjadi ajang penting bagi petenis muda Indonesia menuju level dunia. Sumber Foto : ads/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Atmosfer persaingan tenis dunia kembali menggema di Pulau Dewata. AMMAN Men’s World Tennis Championship 2025 resmi digelar di Bali Beach Country Club, kawasan ITDC Nusa Dua, menghadirkan tujuh seri pertandingan internasional dari 21 Juli hingga 14 September 2025.

Turnamen ini menjadi ajang prestisius yang menggabungkan dua rangkaian utama, yakni Universal Tennis Rating Pro Tennis Tour (UTR PTT) dan International Tennis Federation World Tennis Tour (ITF WTT), dengan kategori kompetisi M15 dan M25.

Ajang ini menghadirkan lebih dari 200 petenis dari 50 negara, menjadikannya panggung penting dalam kalender tenis profesional internasional.

Seri pembuka dimulai dengan UTR PTT pada 21–27 Juli, dilanjutkan dengan ITF WTT M15 pada 28 Juli – 3 Agustus. Empat seri M25 digelar pada 4–10 Agustus, 11–17 Agustus, 1–7 September, dan 8–14 September. Di antara rangkaian itu, seri kedua UTR PTT dijadwalkan pada 25–31 Agustus.

Pada seri UTR PTT pertama, Max Basing (Inggris Raya) sukses keluar sebagai juara, sementara Nathan Anthony Barki, petenis muda Indonesia, menunjukkan performa impresif dengan menjadi runner-up.

Direktur Turnamen Lani Sardadi menyebut bahwa tahun ini pihaknya menggelar tujuh seri utama, dan akan menambah tiga seri tambahan pada Desember, sehingga total menjadi 10 turnamen internasional dalam satu tahun.

Menurutnya, antusiasme tinggi dari para peserta terlihat dari penuhnya slot peserta dan tingginya minat dari petenis internasional, terutama dari India, Turki, dan Amerika.

“Bali punya daya tarik tersendiri. Para atlet bukan hanya datang untuk bertanding, tapi juga menikmati keindahan pariwisata. Semua ini terwujud berkat dukungan sponsor, media, dan tentu saja para atlet,” ujarnya.

Salah satu wakil Indonesia, Lucky Candra Kurniawan, mengaku bangga dan bersemangat mengikuti kejuaraan ini.

Turnamen ini penting bagi kami. Bukan hanya soal menang, tapi juga tentang mengumpulkan poin agar bisa ikut kompetisi di luar negeri,” ujarnya.

Ia berharap ke depan makin banyak turnamen serupa digelar di tanah air, sebagai sarana untuk mengembangkan potensi atlet muda nasional.

Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Dito Ariotedjo, hadir dalam pembukaan AMMAN Men’s World Tennis Championship 2025 di Bali sebagai dukungan bagi pengembangan tenis Indonesia.
Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Dito Ariotedjo, hadir dalam pembukaan AMMAN Men’s World Tennis Championship 2025 di Bali sebagai dukungan bagi pengembangan tenis Indonesia. Sumber Foto : ads/bpn

Dukungan kuat datang dari sponsor utama, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN), yang menegaskan komitmennya pada pengembangan olahraga nasional.

“Turnamen ini menjadi bentuk nyata dari upaya kami dalam mendukung pemberdayaan generasi muda lewat olahraga. Kami ingin mendorong atlet muda Indonesia agar bisa bersaing secara global,” ujar Kartika Octaviana, VP Corporate Communications AMMAN.

UTR PTT dikenal sebagai platform penting bagi petenis profesional muda, dengan sistem round-robin dan syarat minimal UTR 12.5, yang menjamin setiap peserta bermain dalam 4–5 pertandingan. Setiap seri juga menyediakan hadiah uang tunai dengan total minimal USD 20.000.

Dengan kompetisi yang kompetitif, partisipasi internasional yang tinggi, dan dukungan kuat dari berbagai pihak, AMMAN Men’s World Tennis Championship 2025 tak hanya memperkuat posisi Bali sebagai destinasi sport tourism dunia, tetapi juga menjadi jembatan bagi petenis Indonesia untuk melangkah ke panggung global.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Dito Ariotedjo, menyampaikan harapannya agar kehadiran venue tenis baru di kawasan Nusa Dua dapat mendorong lahirnya petenis-petenis Indonesia bertaraf dunia.

“Dengan adanya venue ini, saya yakin akan banyak kejuaraan berseri dari ITF seperti hari ini. Ini akan sangat membantu pemain-pemain lokal kita untuk terus berlatih dan berkompetisi secara konsisten. Jika proses ini berjalan berkelanjutan, saya optimis akan lahir petenis-petenis Indonesia yang bisa bersaing di tingkat dunia,” ujarnya.(ads/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News