RSIA Puri Bunda Denpasar
RSIA Puri Bunda Denpasar menggelar acara bertajuk Play Date yang penuh edukasi dan keceriaan, Minggu (20/7/2025). Sumber Foto : ads/bpn

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional sekaligus ulang tahun ke-7, ViDaStana—unit layanan tumbuh kembang anak milik RSIA Puri Bunda Denpasar menggelar acara bertajuk ViDaStana Play Date yang penuh edukasi dan keceriaan, Minggu (20/7/2025).

Bertempat di Warung Subak, Peguyangan, Denpasar, acara ini turut dirangkaikan dengan talkshow parenting bertema Solusi Gerakan Tutup Mulut (GTM) dan Sesi Spesial Perayaan HUT ViDaStana.

Sebanyak 56 anak usia 6 bulan hingga 4 tahun bersama orang tua mereka mengikuti dua sesi kegiatan yang dirancang tak hanya menyenangkan, tapi juga edukatif. Anak-anak diajak bermain dan mendapatkan stimulasi sensorik, sementara para orang tua memperoleh edukasi mendalam mengenai solusi menangani anak GTM

Direktur RSIA Puri Bunda, dr. Anak Agung Budiastiani, S.Ked., menuturkan bahwa sejak berdiri tujuh tahun lalu, ViDaStana konsisten memberikan layanan bagi anak-anak dengan kebutuhan tumbuh kembang khusus, mulai dari terapi wicara, terapi okupasi, hingga fisioterapi. Dan sejak tahun ini, pihaknya rutin menyelenggarakan kelas multisensori sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini gangguan tumbuh kembang pada anak.

“Kurangnya stimulasi sensorik sering berdampak pada gangguan tumbuh kembang anak.  Karena itu, kami ingin mendorong kesadaran orang tua tentang pentingnya stimulasi sejak usia dini,” ungkap dr. Budi.

Direktur RSIA Puri Bunda, dr. Anak Agung Budiastiani, S.Ked. Sumber Foto : ads/bpn

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa selama 22 tahun, RSIA Puri Bunda bukan hanya fokus pada layanan persalinan, tetapi juga berkomitmen memastikan anak-anak yang lahir di fasilitas mereka, maupun di luar, tumbuh sehat dan berkembang optimal.

Acara tersebut juga menghadirkan dr. Sang Ayu Prabha Amandari Sutyadi, Sp.A., yang mengupas tuntas fenomena GTM atau Gerakan Tutup Mulut, yaitu kondisi ketika anak menolak makan. Ia menegaskan bahwa GTM bukan hanya membuat orang tua kewalahan, tetapi juga bisa berdampak serius terhadap pertumbuhan, perkembangan, bahkan kecerdasan anak.

“Jika anak sering menolak makan, berat badan stagnan, atau tampak lemas, jangan tunda untuk berkonsultasi ke dokter. Penanganan yang cepat akan memberikan hasil yang lebih baik,” tegas dr. Prabha.

RSIA Puri Bunda Denpasar menggelar acara bertajuk Play Date yang penuh edukasi dan keceriaan, Minggu (20/7/2025). Sumber Foto : ads/bpn

Sementara itu, dari sudut pandang psikologis, Lyly Puspa Palupi, M.Si., Psi., menjelaskan bahwa ketenangan orang tua sangat penting dalam menghadapi anak yang mengalami GTM. Ia menyebut bahwa tekanan emosional pada orang tua sering kali justru memperparah kondisi anak.

“Jangan panik atau memaksa anak makan. Kita perlu mencari tahu akar penyebabnya—apakah karena tumbuh gigi, sedang sakit, atau sensitif terhadap tekstur makanan tertentu. Dengan memahami penyebabnya, solusi akan lebih mudah ditemukan,” tutur Lyly.

VIDASTANA akronim dari bahasa sansekerta yang artinya: tempat mewujudkan kecakapan dan harapan. Vita berarti harapan, daksa berarti mampu, cakap, terampil dan stana artinya tempat.(ads/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News