PAD karangasem
APBD Perubahan 2025, Karangasem Targetkan Tambahan PAD Rp35 Miliar dalam 5 Bulan. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Pemerintah Kabupaten Karangasem menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp35,7 miliar dalam lima bulan ke depan melalui APBD Perubahan Tahun 2025. Strategi ini tidak lagi bergantung pada sektor pajak material galian C (MBLB), melainkan fokus pada sektor-sektor dengan potensi pertumbuhan tinggi.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karangasem, I Wayan Ardika, menjelaskan bahwa sektor Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menjadi penyumbang utama dengan proyeksi tambahan Rp15 miliar.

“Untuk peningkatan PAD di perubahan ini kita tidak menargetkan dari sektor MBLB, tetapi kita genjot sektor lain seperti BPHTB, Pajak Hotel dan Restoran, Pajak Hiburan serta beberapa sektor lainnya yang perkembangannya cukup positif,” ungkap Ardika usai menghadiri rapat kerja pembahasan APBD Perubahan 2025 di Gedung DPRD Karangasem, Kamis (24/7/2025).

Baca Juga :  Ketua DPRD Buleleng Ajak Mahasiswa Cipayung Plus Kritis Berbasis Data, Beberkan Postur APBD 2026

Selain BPHTB, peningkatan pendapatan juga diharapkan dari sektor Pajak Hotel dan Restoran sebesar Rp6 miliar, Pajak Rekreasi dan Hiburan Rp2 miliar, serta Pajak Penerangan Jalan (listrik) yang diproyeksikan bertambah sekitar Rp5 miliar.

Ardika optimistis target tersebut bisa tercapai mengingat kinerja pendapatan pada APBD induk menunjukkan tren positif, terutama pada sektor BPHTB yang sudah melampaui target sebelumnya.

Sementara untuk sektor MBLB, pihaknya memilih untuk tidak menaikkan target pada perubahan anggaran. Hal ini didasarkan pada kondisi cuaca yang belum mendukung dan proyek-proyek infrastruktur yang masih dalam tahap awal pelaksanaan.

Baca Juga :  Hari Pajak 2026, DJP Tegaskan Peran Pajak sebagai Fondasi Ketahanan Ekonomi Nasional

“Kalau untuk target di sektor MBLB pasti tercapai, cuma untuk meningkatkan di sektor tersebut pada perubahan kami belum berani, melihat situasi perkembangan cuaca dan proyek yang banyak belum jalan sehingga agak sedikit lesu,” tambahnya.(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News