Nyamuk
Peringati ASEAN Dengue Day, 78 Desa dan Kelurahan di Karangasem Serentak Gelar Gerakan PSN. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Dalam rangka memperingati ASEAN Dengue Day (ADD) 2025, sebanyak 78 desa dan kelurahan di Kabupaten Karangasem kompak melaksanakan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara serentak, Jumat (13/6/2025).

Kegiatan simbolis dipusatkan di Banjar Genteng, Desa Subagan, salah satu wilayah dengan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tertinggi di Karangasem.

Sekretaris Daerah Karangasem, I Ketut Sedana Merta, yang mewakili Bupati I Gusti Putu Parwata, menyampaikan bahwa peringatan ADD harus menjadi lebih dari sekadar kegiatan tahunan. Ia menekankan pentingnya aksi nyata dan gotong royong warga untuk mencegah penyebaran DBD.

“Momentum ini kita jadikan sebagai langkah strategis untuk memutus rantai penyebaran DBD. Pencegahan dimulai dari rumah, dimulai dari kita,” ujar Sedana Merta.

Pemerintah Kabupaten Karangasem mendorong keterlibatan aktif masyarakat dari tingkat desa. Program PSN tak hanya berupa penyemprotan atau fogging, tetapi juga mencakup edukasi, pembagian bubuk larvasida (abate), serta peluncuran Gerakan 1 Rumah 1 Juru Pemantau Jentik (G1R1J).

Upaya ini melibatkan lintas sektor, mulai dari Puskesmas, perangkat desa, kader kesehatan, hingga tokoh masyarakat untuk menyosialisasikan gerakan 3M Plus: Menguras, Menutup, dan Mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, Gusti Bagus Putra Pertama, menyampaikan bahwa hingga pertengahan Juni 2025, jumlah kasus DBD di Karangasem mencapai 1.151 kasus melampaui total kasus sepanjang 2024 yang tercatat 1.078 kasus.

“Angka ini sudah lebih dari dua kali lipat dibanding tahun-tahun sebelumnya di periode yang sama. Karena itu, kami menggerakkan semua lini untuk bersama-sama menekan laju kasus,” jelasnya.

Data menunjukkan sepuluh desa dan kelurahan dengan kasus DBD tertinggi, yaitu: Subagan (124 kasus), Karangasem (82), Bunutan (78), Padangkerta (43), Seraya (42), Tianyar (37), Bebandem (34), Bugbug (32), Muncan (28), Pertima (28 kasus).(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News