BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Komitmen Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata (Gus Par) dalam menanggapi keluhan masyarakat bukan sekadar janji. Ia membuktikan bahwa pemimpin bisa hadir cepat dan tanpa banyak drama saat rakyat membutuhkan.
Baru-baru ini, keluhan warga soal jalan berlubang di Jalan Sudirman sempat viral di media sosial. Meski tengah berada di luar daerah, Gus Par langsung bergerak cepat menginstruksikan Dinas PUPR Perkim untuk turun tangan dan segera menangani kondisi tersebut.
“Kami tidak ingin menunggu lama. Keluhan masyarakat harus cepat ditangani,” tegas Gus Par.
Respons cepat ini bukan hanya terjadi di satu lokasi. Bupati juga langsung memerintahkan penanganan lubang-lubang di jalur Karangasem–Klungkung yang rawan kecelakaan. Bahkan baru-baru ini, Gus Par turun langsung ke lapangan meninjau jalan rusak di Kawasan Kastala yang terdampak banjir, sekaligus memastikan pengerjaannya masuk dalam APBD Perubahan.
“Jalan ini penting bagi aktivitas masyarakat, apalagi banyak anak sekolah yang melintasinya. Kami sudah siapkan perbaikan lanjutan,” ujarnya.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Karangasem, I Wayan Surata Jaya, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan menjadi prioritas tahun ini. Dari APBD Induk 2025, telah dialokasikan Rp 18 miliar untuk proyek infrastruktur jalan.
Berdasarkan survei akhir tahun 2024, kondisi jalan kabupaten Karangasem tercatat sebagai berikut: 54,22% dalam kondisi baik; 13,86% sedang; 9,85% rusak ringan; dan 22,07% rusak berat.
Tingkat kemantapan jalan kabupaten Karangasem pun kini mencapai 68,08%, lebih tinggi dari target nasional tahun 2029 yang hanya 66%.
“Idealnya, untuk pemeliharaan jalan dibutuhkan Rp 54 miliar. Tapi dengan alokasi Rp 8,2 miliar di APBD 2025, kami tetap berusaha maksimal agar jalan-jalan yang rusak bisa segera tertangani,” jelas Surata Jaya.
Langkah cepat dan nyata yang dilakukan Gus Par menjadi bukti bahwa pemerintah hadir untuk rakyat. Dengan sistem laporan cepat-respons cepat, pembangunan infrastruktur tak lagi harus menunggu panjangnya birokrasi.
Masyarakat pun kini mulai merasakan dampaknya: jalan lebih aman, akses pendidikan dan ekonomi makin lancar, serta kepercayaan publik terhadap pemerintah terus tumbuh.(adv/bpn)













