pasek
Wabup Pandu Dampingi Wagub Giri Prasta di Upacara Penyineban Karya Agung di Pura Penataran Agung Catur Parhyangan Ratu Pasek. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa mendampingi Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta dalam melaksanakan persembahyangan pada upacara penyineban Karya Agung Memungkah Ngenteg Linggih, Padudusan Agung Menawa Ratna, dan Tawur Labuh Gentuh di Pura Penataran Agung Catur Parhyangan Ratu Pasek Linggih Ida Bhatara Mpu Ghana, Selasa (6/5/2025).

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Pangempon Pura, Wabup Pandu menyampaikan rasa haru atas antusiasme luar biasa dari Semeton Pasek yang hadir dan tangkil ke pura.

“Antusiasme Semeton Pasek untuk sembahyang ke pura ini sangat luar biasa. Semoga melalui karya ini, kita semua dianugerahi kerahayuan dan kebahagiaan,” ujar Pandu Prapanca Lagosa.

Baca Juga :  Resmi Dilantik Pimpin KONI Bali 2026-2030, Giri Prasta Diharapkan Bawa Bali Tembus Lima Besar PON

Menariknya, upacara penyineban kali ini diwarnai dengan turunnya rintik hujan, sebagaimana juga terjadi saat menjelang puncak karya. Hal ini dipercaya sebagai tanda spiritual bahwa rangkaian upacara berjalan dengan lancar dan penuh berkah.

“Hujan turun menjelang puncak karya dan juga saat penyineban, ini pertanda pelaksanaan karya sudah berjalan dengan baik,” ujar Pengrajeg Karya, Ida Pandita Mpu Nabe Dharmika Sandi Kerta Satwika.

Sementara itu, di sela persembahyangan, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengungkapkan harapannya untuk semakin memperkuat persatuan di antara Semeton Pasek dan Catur Bali Mula.

Baca Juga :  Resmi Dilantik Pimpin KONI Bali 2026-2030, Giri Prasta Diharapkan Bawa Bali Tembus Lima Besar PON

“Astungkara, kita sudah bersatu,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi Bali.

Ia juga mengingatkan kembali mengenai empat prinsip utama yang dikenal sebagai Catur Swadarmaning Kepasekan bagi seluruh Semeton Pasek di Nusantara: Bhakti ring Ida Sang Hyang Widi Wasa, Eling ring Bhatara Kawitan, Satya ring Bhisama, dan Guyub ring Pasemetonan.

Dengan berlangsungnya karya agung ini, diharapkan nilai-nilai spiritual, kekeluargaan, dan budaya warisan leluhur tetap lestari dan menjadi penguat jati diri umat Hindu, khususnya Semeton Pasek di seluruh Bali dan Nusantara.(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News