Baca Tulis
Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Ketut Ngurah Arya saat memimpin langsung pertemuan dengan Kepala sekolah dan Disdikpora Kabupaten Buleleng di ruang rapat gabungan komisi. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Perhatian khusus terhadap persoalan siswa kesulitan baca tulis diberikan oleh DPRD Kabupaten Buleleng. Terbaru melalui Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Ketut Ngurah Arya memberikan waktu selama tiga bulan kepada Kepala sekolah dan Disdikpora Buleleng agar menyelesaikan permasalahan ratusan siswa kesulitan baca dan tulis yang dimaksud.

Target tersebut disampaikan langsung saat pihaknya mengundang Disdikpora, seluruh kepala SMP dan Kepala gugus se-Kabupaten Buleleng, serta Dewan Pendidikan Kabupaten Buleleng dalam rapat tentang penyelesaian masalah siswa SD dan SMP kesulitan baca tulis serta persiapan SPMB 2025/2026 di ruang Gabungan Komisi DPRD Buleleng, Senin (5/5/2025).

Baca Juga :  Disdikpora dan Stakeholder Komitmen Bersama Laksanakan SPMB 2026 yang Objektif, Transparan, dan Inklusif

“Kami minta untuk jangka pendek dalam tiga bulan ke depan siswa yang belum bisa membaca dan menulis supaya bisa segera dituntaskan, dan berkebutuhan khusus nanti dicarikan solusinya seperti penambahan guru khusus,” tegas Ngurah Arya.

Bahkan untuk memastikan semua berjalan dengan efektif, Ketua Komisi IV DPRD Buleleng, Nyoman Sukarmen mengaku akan terjun kembali memastikan penyelesaian permasalahan berjalan maksimal. Pihaknya juga mengapresiasi semua pihak yang sudah memperhatikan kondisi siswa yang belum bisa membaca tulis dan hitung yang saat ini sudah menjadi isu nasional.

Baca Juga :  Disdikpora dan Stakeholder Komitmen Bersama Laksanakan SPMB 2026 yang Objektif, Transparan, dan Inklusif

“Dengan moment ini kami mengajak untuk semua pihak agar bisa bersama-sama membenahi dan menyelesaikan serta mencari solusi yang tepat dalam jangka waktu pendek ini. Kami juga akan turun kembali memastikan penyelesaian dari permasalahan ini sudah berjalan dan bisa selesai dalam waktu dekat,” ungkap dia.

Di sisi lain, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengaku telah menerima dan menindaklanjuti semua masukan sekaligus arahan disampaikan dalam rapat.

“Kami sudah terima apa menjadi arahan dan masukan dalam rapat tadi. Proses dalam penyelesaian permasalahan ini sudah mulai dilakukan. Selain melalui program untuk kelas khusus, kami juga melibatkan pendampingan dari Dosen dan Mahasiswa Undiksha untuk melakukan Screening siswa. Kemudian nantinya memfasilitasi asesmen oleh konselor psikologi dari Primaga yang rencananya akan berlangsung di SMP 1 Singaraja dengan melibatkan 375 siswa SMP,” paparnya.

Sementara itu perlu diketahui menurut data awal total siswa dari kelas 4,5,6 sekolah dasar hingga SMP se-kabupaten Buleleng yang belum bisa lancar Calistung tercatat ada 842 siswa SD dan 375 siswa SMP.(dar/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News