SMPN 5 Abiansemal
SMPN 5 Abiansemal Rayakan HUT ke-7 Lewat Expo Lima Spancab 2025 dan Inagurasi Budaya “Jana Jagra Samskrti”. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, ABIANSEMAL – Dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-7, SMP Negeri 5 Abiansemal menyelenggarakan Expo Lima Spancab (ELS) 2025, sebuah gelaran tahunan yang menyatukan semangat kompetisi, kreativitas, dan pelestarian budaya lokal. Acara berlangsung selama dua hari, 9–10 Mei 2025, dan ditutup dengan pertunjukan budaya kolosal bertajuk ‘Jana Jagra Samskrti’, yang mengundang decak kagum dan haru dari para penonton.

Hari pertama ELS 2025 diisi dengan berbagai lomba antar siswa sekolah dasar se-Kabupaten Badung, mulai dari Olimpiade SD, Lomba Jegeg Bagus Spancab, hingga Lomba Tari seperti Baris Tunggal, Puspanjadi, dan Condong. Antusiasme peserta dan dukungan dari masyarakat membuat acara pembuka ini berlangsung meriah dan sarat semangat kebersamaan.

Puncak perayaan yang digelar pada 10 Mei 2025 menjadi malam yang tak terlupakan. Diawali dengan penampilan energik dari Leeyonk Sinatra yang membakar semangat para siswa dan tamu undangan, suasana kemudian berubah menjadi sakral dan menyentuh dalam Inagurasi Budaya ‘Jana Jagra Samskrti”.

Pertunjukan yang disutradarai oleh I Made Bini Suputra, S.M., ini dibawakan oleh 140 siswa SMPN 5 Abiansemal dan menghadirkan rangkaian tari dan teatrikal budaya yang menggambarkan harmoni manusia dengan alam dan spiritualitas Bali.

Rangkaian tarian pembuka seperti Manuk Rawa, Kijang Kencana, Merak Angelo, dan Kupu-Kupu Tarum menggambarkan hubungan harmonis manusia dengan alam. Kemudian, suasana berubah khidmat dengan hadirnya Tari Cendrawasih dan Kober yang membuka gerbang spiritual, dilanjutkan dengan simbol-simbol adat Bali seperti Dewi Sri, Caru, Gebogan, dan Melasti.

Penampilan Tari Kembang Ura dan Baris Ketekok Jago menampilkan semangat pelestarian budaya dalam balutan modernitas. Sosok Cupak, yang jenaka namun sarat makna, mencerminkan adaptasi masyarakat Bali dalam menghadapi zaman.

Namun, puncak magis pertunjukan terjadi saat Tari Sanghyang Dedari dan Sanghyang Deling ditampilkan. Dalam hening dan kepulan asap, diiringi kidung suci, penonton diajak menyelami hubungan spiritual antara manusia dan alam semesta. Banyak orang tua terlihat meneteskan air mata menyaksikan anak-anak mereka menari dengan penghayatan mendalam.

Pertunjukan ditutup dengan kemunculan Dewi Ratna, pembawa pesan perdamaian dan harmoni. Dalam formasi mandala, seluruh siswa mengangkat tangan sebagai simbol komitmen: ‘Kami bukan sekadar penonton budaya, kami adalah penjaganya’.

Pesan ini menjadi simbol semangat generasi muda SMPN 5 Abiansemal dalam menjaga dan menghidupkan warisan budaya Bali.

Melalui ELS 2025, SMPN 5 Abiansemal berhasil menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan menghidupkan nilai-nilai luhur dalam keseharian. Ulang tahun ke-7 ini menjadi bukti bahwa usia muda bukan penghalang, melainkan kekuatan untuk menjaga masa depan budaya Bali.(r/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News