
BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Persoalan sampah kembali menjadi sorotan setelah diduga menjadi penyebab utama meluapnya aliran air hujan yang merusak ruas jalan Bungaya–Bebandem, tepatnya di Dusun Kastala.
Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, turun langsung ke lokasi pada Selasa (27/5/2025) untuk meninjau dampak kerusakan. Dalam kunjungannya, ia menemukan tumpukan sampah menyumbat saluran air, yang diduga menjadi penyebab utama banjir hingga merusak badan jalan.
“Kerusakan terjadi karena saluran air tersumbat oleh sampah sehingga air meluap dan merusak jalan aspal, padahal jalan ini baru diperbaiki sekitar dua tahun lalu,” kata Bupati yang akrab disapa Gus Par.
Ia menegaskan, jika tidak karena faktor eksternal seperti banjir dan sampah, usia pakai jalan aspal semestinya bisa mencapai sepuluh tahun. Untuk itu, Pemkab Karangasem akan segera melakukan perbaikan mengingat jalan Bungaya–Bebandem merupakan akses vital bagi masyarakat.
Selain itu, Gus Par juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan mulai menerapkan pemilahan sampah dari rumah guna mencegah kejadian serupa di masa depan.
Sementara itu, Perbekel Desa Bebandem, I Gede Partadana, menyampaikan dukungannya terhadap arahan Bupati terkait penanganan sampah.
“Kami sepakat untuk menyikapi persoalan sampah ini, dan kami juga akan berkoordinasi dengan desa adat. Ini kemungkinan besar sampah kiriman karena saat itu hujan sangat lebat,” jelas Partadana.
Ia juga mengakui bahwa luapan banjir dengan dampak kerusakan infrastruktur sebesar ini baru kali ini terjadi di wilayahnya. Menurutnya, selain intensitas hujan yang tinggi, sampah yang menyumbat saluran air turut memperparah kerusakan jalan sepanjang 1 kilometer tersebut.(st/bpn)












