BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Wilayah Bali bersama Ikatan Notaris Indonesia (INI) Wilayah Bali menggelar kegiatan Pembekalan Notaris sekaligus melangsungkan pelantikan Pengurus Wilayah Bali IPPAT masa bhakti 2024–2027.
Kegiatan prestisius ini digelar di Harris Hotel and Conventions, Denpasar, pada Jumat (9/4/2025), dan secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Bali, Wahyu Eka Putra.
Kegiatan ini diikuti oleh 278 peserta yang merupakan para notaris yang telah dilantik dari tahun 2023 hingga 2025. Para peserta memperoleh pembekalan intensif mengenai berbagai aspek penting dalam profesi kenotariatan, termasuk penguatan nilai-nilai integritas, profesionalisme, serta pemahaman mendalam terhadap kode etik dan peraturan jabatan.
Ketua Pengurus Wilayah Bali INI sekaligus Ketua Pengwil IPPAT Bali, I Wayan Muntra, SH, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Kepala Kanwil Kemenkumham Bali atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembekalan ini bertujuan menyamakan persepsi serta memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai praktik kenotariatan yang sesuai dengan kode etik profesi dan ketentuan hukum yang berlaku.
“Pembekalan ini adalah bentuk penyegaran dan pemantapan terhadap pengetahuan yang harus dimiliki oleh seorang Notaris. Kami ingin seluruh Notaris di Bali tidak hanya paham secara teknis, tetapi juga memiliki sikap profesional yang sejalan dengan nilai-nilai organisasi,” tegas Wayan Muntra.

Materi pembekalan meliputi pengenalan dan pendalaman terkait struktur organisasi INI dan IPPAT, pemahaman kode etik, serta peraturan-peraturan yang berkaitan langsung dengan jabatan dan tugas notaris. Dengan landasan tersebut, peserta diharapkan mampu menjalankan tugasnya secara etis dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham Bali, Wahyu Eka Putra, dalam sambutannya mengungkapkan dukungannya terhadap kegiatan yang dinilai sangat penting dalam rangka peningkatan kompetensi para Notaris di wilayah Bali. Ia menekankan bahwa pembekalan ini menyentuh dua aspek penting, yaitu penguatan nilai integritas dan profesionalitas, serta peningkatan kapasitas dan kemampuan dalam menghadapi perkembangan regulasi dan tantangan zaman.
“Notaris adalah pejabat umum negara, yang dalam praktiknya harus menjunjung tinggi profesionalisme dan jiwa pengabdian. Dengan banyaknya tantangan dan godaan yang dihadapi dalam praktik kenotariatan, maka kegiatan seperti ini menjadi sangat penting sebagai pengingat dan penguat nilai-nilai dasar profesi,” ujar Wahyu Eka Putra.
Ia juga berharap kegiatan pembekalan tidak hanya diperuntukkan bagi notaris yang baru saja dilantik, tetapi dapat menjadi agenda rutin, khususnya saat terjadi perubahan kebijakan nasional, sehingga seluruh notaris di Bali memiliki pemahaman yang sejalan dengan visi dan misi pemerintah.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan pelantikan Pengurus Wilayah IPPAT Bali masa bhakti 2024–2027. Pelantikan ini ditandai dengan penandatanganan berita acara pelantikan Ketua Pengwil IPPAT Bali, Majelis Kehormatan Wilayah (MKW), serta seluruh jajaran Pengurus Wilayah IPPAT. I Wayan Muntra, SH kembali dipercaya memimpin organisasi tersebut untuk periode kepengurusan yang baru.

Selain dihadiri oleh pejabat dari Kemenkumham, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari jajaran pengurus pusat IPPAT yang memberikan materi dan wawasan strategis mengenai tantangan profesi di masa mendatang.
Hingga April 2025, jumlah anggota notaris yang tergabung dalam Pengurus Wilayah Bali tercatat mencapai 1.043 orang. Hal ini mencerminkan pertumbuhan signifikan dalam profesi kenotariatan di Bali, sekaligus menandakan pentingnya pembekalan rutin sebagai bagian dari pembinaan dan pengawasan organisasi.
Dengan diselenggarakannya kegiatan ini, diharapkan para notaris di Bali semakin tangguh dalam menjalankan peran sebagai garda terdepan dalam pelayanan hukum, khususnya dalam pembuatan akta otentik dan perlindungan hukum bagi masyarakat. (*/bpn)













