Membaca
Murid-murid SDN 2 Penatih membaca buku pada program literasi di perpustakaan sekolah. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menaruh perhatian serius terhadap kemampuan literasi siswa, khususnya membaca. Kepala Disdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, meminta setiap sekolah, terutama tingkat dasar dan menengah pertama, untuk melakukan evaluasi dan identifikasi terhadap siswa yang belum mampu membaca.

“Kami sudah minta sekolah untuk mengecek kembali seluruh anak-anak. Misalnya disurvei, apakah ada siswa yang belum bisa membaca? Ini menjadi tugas sekolah,” ujar Wiratama usai menghadiri rapat MKKS SMP Kota Denpasar di SMPN 14 Denpasar, Kamis (15/5/2025).

Baca Juga :  Lahan SD Bersertifikat Desa Adat, Pansus Aset Pertanyakan Kinerja BPN

Jika ditemukan siswa yang belum bisa membaca, guru diminta memberikan pendampingan khusus, termasuk melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran anak. Pendekatan ini dilakukan guna memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam hal kemampuan dasar membaca.

Sebelumnya, Kabid Pembinaan SD Disdikpora Kota Denpasar, I Nyoman Suriawan, juga menegaskan pentingnya evaluasi rutin di tingkat sekolah dasar.

“Apabila ada siswa yang belum lancar membaca, mohon kepala sekolah untuk melakukan pendampingan,” tegas Suriawan.

Menurutnya, diperlukan pemetaan terhadap siswa yang memiliki kesulitan membaca agar bisa diberikan penanganan yang tepat, seperti tambahan jam belajar. Ia menekankan bahwa setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda, sehingga guru dituntut untuk kreatif dan sabar dalam memberikan ‘treatment’ pendidikan yang sesuai.

Baca Juga :  Buleleng Lepas 1.275 Atlet dan Official Menuju Porjar Provinsi Bali

Hal senada juga disampaikan oleh Pengawas Sekolah Disdikpora Kota Denpasar, I Dewa Putu Bagus Edwin Pradipta, yang menyoroti pentingnya perhatian terhadap siswa inklusi atau berkebutuhan khusus. Ia meminta sekolah tidak menyepelekan dan segera berkomunikasi dengan orang tua jika ditemukan kendala belajar.

“Apabila siswa sampai kelas 4 belum bisa membaca, silakan kepala sekolah melakukan supervisi untuk mengetahui penyebabnya,” imbaunya.

Disdikpora berharap, melalui identifikasi dini dan pendampingan yang tepat, tidak ada lagi siswa di Kota Denpasar yang tertinggal dalam kemampuan membaca, sehingga kualitas pendidikan dasar dapat ditingkatkan secara merata.(sa/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News