Sosialisasi
Sosialisasi tentang Bahaya TPPO dan TPPM Oleh Imigrasi Singaraja dengan menghadirkan 129 Kepala Desa di Kabupaten Buleleng. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Sebanyak 129 Kepala Desa se-Kabupaten Buleleng diberikan pemahaman tentang bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM) oleh Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja bekerja sama dengan Dinas Tenga Kerja. Sehingga Kepala Desa sebagai ujung tombak di masyarakat diharapkan bisa ikut mencegah terjadinya kasus TPPO dan TPPM ditingkat desa.

Kepala Kantor Imigrasi Singaraja, Hendra Setiawan menyampaikan saat ini modus TPPO semakin kompleks serta seringkali tidak disadari oleh korban hingga akhirnya mereka telah terjebak masuk dalam jaringan perdagangan orang. Oleh sebab itu dirinya berupaya mengedukasi masyarakat melalui kegiatan sosialisasi dengan menghadirkan 129 Kepala Desa se-Kabupaten Buleleng.

Masing-masing Kepala Desa yang hadir diberikan pemahaman secara lebih detail tentang bahaya TPPO dan TPPM. Sebab para pejabat desa ini menjadi garda terdepan untuk mencegah sekaligus melindungi masyarakat di desa-desa dari TPPO dan TPPM.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat pemahaman para kepala desa yang menjadi garda terdepan dalam melindungi warganya agar tidak terjerat bahaya TPPO dan TPPM. Karena sering kali para korban tidak sadar bahwa mereka sudah terjebak dalam jaringan perdagangan orang,” ungkap Hendra.

Hendra juga mengaku selama ini pihaknya terus berupaya untuk melakukan langkah pencegahan dengan berbagai cara seperti dengan cara wawancara saat proses untuk memohon paspor, pemeriksaan di tempat imigrasi sebelum keberangkatan, dan edukasi publik melalui berbagai media sosial.

Kemudian khusus untuk sosialisasi selain memberikan materi terkait TPPO dan TPPM, pihaknya juga menghadirkan korban TPPO asal Buleleng yang secara langsung diminta untuk berbagi kisah nyata mereka dalam menghadapi kenyataan terjebak sindikat perdagangan orang di Myanmar.

“Kami juga hadirkan dua korban TPPO asal Buleleng dengan harapan bisa menggugah dan membuka mata para peserta akan pentingnya kewaspadaan dan deteksi dini terhadap potensi TPPO di tingkat desa,” imbuhnya.

Kini dengan terselenggaranya kegiatan itu, pihaknya berharap ke depannya semakin banyak pihak utamanya di tingkat desa paham dengan bahaya TPPO dan TPPM serta mampu menjadi ujung tombak pencegahan di wilayah masing-masing.(dar/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News