BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Satreskrim Polres Karangasem masih menunggu hasil otopsi jenazah Ni Nyoman Sukra (84), seorang lansia asal Dusun Batu Menyeh, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Karangasem. Korban ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (4/1/2025) pagi, dan kasus ini diduga terkait tindak pembunuhan yang terjadi pada Jumat (3/1/2025) malam.
Kasat Reskrim Polres Karangasem, AKP Agus Adi Apriyoga, mengungkapkan bahwa otopsi telah dilakukan pada Minggu (5/1/2025) di RSUP Prof. Ngoerah.
“Kami masih menunggu hasil otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. Penyelidikan tetap berjalan sambil menunggu laporan medis resmi,” ujar Apriyoga, Senin (6/1/2025).
Apriyoga menjelaskan, meskipun belum dapat dipastikan apakah ini merupakan kasus pembunuhan, terdapat sejumlah indikasi mencurigakan. Beberapa barang berharga milik korban, seperti perhiasan emas dan ponsel, dilaporkan hilang. Selain itu, sepeda motor milik keluarga korban juga tidak ditemukan.
Kecurigaan semakin mengarah pada seorang karyawan korban berinisial ILM (31) asal Palembang. Pria yang bekerja sebagai penjaga kandang ayam broiler milik keluarga korban ini dilaporkan menghilang secara tiba-tiba pasca kejadian.
“Berdasarkan keterangan saksi, ILM terlihat meninggalkan lokasi sekitar pukul 11 malam, membawa barang-barang dengan menggunakan jas hujan. Namun, kami belum bisa memastikan keterlibatannya sebelum hasil otopsi resmi dikeluarkan,” jelas Apriyoga.
ILM diketahui mulai bekerja dengan keluarga korban sekitar empat bulan lalu setelah diperkenalkan oleh kerabatnya yang tinggal di Rendang, Karangasem. Ia tinggal di salah satu kamar di dekat kandang ayam yang menjadi tanggung jawabnya.
Pasca kejadian, keluarga korban menemukan kamar ILM sudah kosong, dan barang-barang miliknya tidak lagi berada di tempat. Sepeda motor milik keluarga korban juga ikut hilang.
Jenazah Ni Nyoman Sukra pertama kali ditemukan oleh cucunya pada Sabtu (4/1/2025) pagi. Salah satu anggota keluarga yang bekerja sebagai tenaga medis menemukan sejumlah kejanggalan pada jenazah, termasuk luka memar di wajah dan lengan korban.
Hal ini mendorong keluarga untuk melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Kejanggalan tersebut juga diperkuat dengan lenyapnya barang-barang berharga milik korban, termasuk perhiasan emas dan ponsel.
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan mendalam oleh Satreskrim Polres Karangasem. Hingga kini, hasil otopsi menjadi elemen kunci untuk menentukan langkah penyidikan berikutnya.
Polisi mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika mengetahui keberadaan ILM atau memiliki informasi yang dapat membantu penyelidikan.(st/bpn)













