Jaya-Wibawa Siap Bangun Rumah Terpadu Senilai Rp2,4 Miliar pada 2025
Jaya-Wibawa Siap Bangun Rumah Terpadu Senilai Rp2,4 Miliar pada 2025. Sumber Foto : PDI Perjuangan

BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR – Pasangan calon (paslon) nomor urut 2, I Gusti Ngurah Jaya Negara dan I Kadek Agus Arya Wibawa (Jaya-Wibawa), berkomitmen untuk membangun rumah terpadu senilai Rp2,4 miliar pada tahun 2025. Proyek ini akan direalisasikan jika mereka terpilih dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Denpasar 2024.

Dalam debat terbuka kedua Pilwalkot Denpasar bertema “Denpasar Kotaku, Denpasar Rumahku” yang digelar di Sanur, Denpasar, pada Rabu (6/11/2024), Jaya Negara menjelaskan bahwa rumah terpadu ini akan digunakan untuk menampung anak korban kekerasan dan penyandang disabilitas.

Baca Juga :  Gubernur Koster Dorong PLTS Jadi Strategi Bali Wujudkan Net Zero Emission 2045

“Sebenarnya Denpasar sudah memiliki rumah singgah. Pada tahun 2025, kami akan membangun rumah terpadu dengan anggaran hampir Rp2,4 miliar, seperti yang telah ditetapkan dalam APBD,” ungkap Jaya Negara.

Kadek Agus Arya Wibawa menambahkan bahwa anak dan perempuan merupakan bagian integral dari pembangunan Kota Denpasar. Ia menyoroti pentingnya pemberdayaan anak dan perempuan sebagai langkah strategis untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera.

Agus Arya Wibawa juga memperkenalkan beberapa program unggulan yang dirancang untuk perlindungan anak dan perempuan, yang pertama Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga), Layanan konseling gratis yang fokus pada kesehatan mental anak.

“Kami memberikan layanan konseling gratis untuk membantu keluarga menghadapi tantangan kesehatan mental,” jelas Agus Arya Wibawa.

Baca Juga :  Dorong Pengelolaan Sampah Organik, TP PKK Denpasar Perluas Gerakan Budidaya Maggot

Kedua, Program Nayaka Prana, Program pendampingan bagi korban kekerasan, mulai dari pengaduan, mediasi, hingga pengelolaan kasus.

“Jika ada masyarakat yang mengalami kekerasan, kami akan mendampingi mereka mulai dari pengaduan hingga penyelesaian kasus,” tambahnya.

Paslon Jaya-Wibawa menegaskan bahwa rumah terpadu yang mereka rencanakan bukan hanya menjadi tempat perlindungan, tetapi juga pusat layanan sosial. Fasilitas ini akan menyediakan layanan rehabilitasi, pendidikan, dan pendampingan untuk kelompok rentan.

Kehadiran rumah terpadu ini diharapkan mampu memberikan solusi komprehensif dalam menangani kasus kekerasan serta meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas dan anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus.(bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News