BALIPORTALNEWS.COM, BADUNG – Yayasan Business & Export Development Organization (BEDO) kembali menghadirkan inovasi dalam dunia UMKM melalui penyelenggaraan MarketFind 2024, sebuah pameran B2B bertajuk Small Batch Sourcing Expo. Acara yang berlangsung pada 29-30 November 2024 di International Conference Center Bali, Kuta, ini menghadirkan 101 booth yang diisi oleh 120 UMKM dari seluruh Indonesia.
Pameran ini menampilkan produk-produk unggulan dari berbagai sektor seperti Fashion & Beauty, Furniture & Craft, serta komoditas andalan seperti kopi, teh, dan virgin coconut oil (VCO). Selain itu, Festival Kuliner Nusantara SETC turut memeriahkan acara dengan sajian khas dari berbagai daerah di Indonesia.
Kolaborasi untuk UMKM Naik Kelas
Pembukaan MarketFind 2024 dihadiri oleh Deputi Kewirausahaan Kementerian UMKM, Siti Aziza. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kolaborasi Yayasan BEDO, panitia, dan berbagai pihak yang mendukung acara ini. Ia menilai MarketFind 2024 sebagai platform strategis untuk mempertemukan UMKM dengan buyer potensial melalui konsep business matching, serta memperluas akses pembiayaan melalui financial pitching.
“UMKM adalah tulang punggung perekonomian bangsa, menyerap 97% tenaga kerja nasional. Event seperti MarketFind ini menjadi langkah penting untuk mendukung UMKM naik kelas dan memperkuat akses mereka ke pasar ekspor,” ujar Siti Aziza pada Jumat 29 November 2024.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan produk lokal, terutama di Bali yang menjadi gerbang perdagangan internasional. “Bali harus memastikan produk UMKM kita mendapat tempat utama, bukan tergeser oleh produk impor. Mari bersama melindungi dan memberdayakan usaha lokal,” tambahnya.
Pihak kementerian turut membuka peluang kerja sama ekspor dengan berbagai negara, termasuk Jepang, Australia, dan Belanda, sebagai bentuk dukungan penuh kepada UMKM yang memiliki rencana ekspansi internasional.

Bali sebagai Pusat Ekspor UMKM
Jeff Kristianto, Ketua Yayasan BEDO, dalam sambutannya menyatakan bahwa MarketFind 2024 bertujuan menjadikan Bali sebagai pusat ekspor bagi UMKM Indonesia. Dengan menerapkan konsep Minimum Order Quantity (MOQ) yang rendah, pameran ini memberikan peluang bagi produsen kecil untuk terhubung dengan buyer nasional maupun internasional.
“MarketFind bukan sekadar pameran, tetapi pintu menuju pasar ekspor bagi UMKM. Kami ingin menunjukkan komitmen Bali sebagai hub ekspor yang berdaya saing global,” ungkapnya.
Sorotan Utama MarketFind 2024
- Young and Talented Corner: Menampilkan 10 karya mahasiswa Institut Seni Indonesia Denpasar dari program kewirausahaan.
- Booth Disabilitas: Menampilkan produk kerajinan dan kopi buatan penyandang disabilitas dengan standar internasional.
- Festival Kuliner Nusantara: Menyajikan hidangan otentik dari berbagai daerah.
- Kolaborasi dengan Asosiasi Logistik: Mendukung pengiriman produk UMKM kepada buyer.
- Tari-Tarian Nusantara: Persembahan dari Indonesia Tourism Information Center sebagai wujud promosi budaya.
Sejak berdiri pada 2006, Yayasan BEDO konsisten mendorong UMKM Indonesia menjadi pelaku ekspor yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.
Momentum Penguatan Ekosistem UMKM
MarketFind 2024 diharapkan tidak hanya menjadi ajang transaksi, tetapi juga momen untuk memperkuat ekosistem UMKM melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha. Dengan langkah ini, Bali semakin memperkokoh posisinya sebagai pusat pengembangan ekspor UMKM yang diakui secara global.
Tentang Yayasan BEDO
Yayasan BEDO merupakan organisasi pemberdayaan UMKM Indonesia yang fokus pada keberlanjutan, pengembangan kapasitas, dan akses pasar. Berdiri sejak 2005, BEDO terus menjadi mitra strategis bagi UMKM untuk menembus pasar global dengan cara yang inovatif dan inklusif. (ads/bpn)













