Verlap
Pelayanan dan Inovasi Lapas Tabanan Tuai Pujian dari TPM. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Setelah melaksanakan desk evaluasi pembangunan zona integritas (ZI) menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) melalui wawancara, Tim Penilai Mandiri (TPM) Kemenkumham RI melakukan verifikasi lapangan (verlap) ke Lapas Kelas IIB Tabanan, Kamis (10/10/2024). Setelah meninjau langsung, pelayanan dan inovasi Lapas Tabanan pun menuai pujian dari TPM.

TPM yang terdiri dari Inspektorat Jenderal, Sekretariat Jenderal, Badan Strategi Kebijakan Kemenkumham, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Direktorat Jenderal Keimigrasian dengan Koordinator Dwi Ari Wibowo, tanpa menunggu lama langsung meninjau lokus-lokus utama sarana dan prasarana pelayanan, mulai dari PTSP, ruang kunjungan, area dapur, klinik, serta blok hunian lapas.

Saat verlap, Kantor Wilayah Kemenkumham Bali melalui Kepala Bagian Program dan Hubungan Masyarakat, Wayan Muliarta, juga turut hadir untuk melakukan pendampingan. Setelah berkeliling dan melihat secara langsung keadaan Lapas Tabanan, TPM kemudian memberikan penguatan yang dilaksanakan di Aula Candra Prabhawa.

Baca Juga :  Gastronomy Leaders 2.0: Kolaborasi Industri Restoran Bali Jadi Destinasi Kuliner Berkelas Dunia

Kalapas Tabanan, Muhamad Kameily, mengucapkan selamat datang kepada TPM yang hadir untuk melakukan verlap ke Lapas Tabanan.

“Kami berharap saran dan masukan dari TPM terkait pelayanan maupun inovasi kami, agar dapat kami maksimalkan lagi,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Dwi Ari Wibowo yang merupakan Auditor Madya di Inspektorat Jenderal Kemenkumham RI sekaligus koordinator tim, mengatakan bahwa pelayanan dan inovasi Lapas Tabanan sudah sangat bagus.

“Namun, terdapat beberapa catatan yang dapat memaksimalkan apa yang sudah dilaksanakan,” ujarnya.

Menurutnya, mulai dari PTSP sampai blok hunian pelayanan sudah sangat bagus. Inovasi seperti Sistem Informasi Terpadu Lapas Tabanan (Sitepat) dan Therapy Stress Narapidana (Teh Rina), juga sudah tepat sasaran.

“Layanan Teh Rina ini sangat menarik bagi kami, karena ini merupakan salah satu inovasi terobosan dengan menggandeng psikiater untuk kesehatan mental warga binaan. Sementara untuk inovasi Sitepat hendaknya lebih dimaksimalkan, sehingga dapat memiliki dampak dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

TPM juga memberikan beberapa masukan seperti untuk lebih menonjolkan layanan prioritas, sehingga terlihat perbedaan dengan layanan umum. Menyiapkan mitigasi risiko untuk integritas, menambah jumlah responden bulanan untuk survei, memperhatikan survei kotak pengaduan, memaksimalkan media sosial, dan menanggapi pengaduan secara responsif, serta jangan sampai terdapat berita viral tentang Lapas Tabanan.

Baca Juga :  Gastronomy Leaders 2.0: Kolaborasi Industri Restoran Bali Jadi Destinasi Kuliner Berkelas Dunia

Pada kesempatan yang sama, Wayan Muliarta juga memberikan beberapa pesan bagi Lapas Tabanan, terutamanya terkait integritas petugas Lapas Tabanan.

“Pesan kami seluruh petugas Lapas Tabanan dapat menjaga integritas, sehingga tidak sampai ada berita viral. Tentu saja ini bukan semata-mata demi kontestasi WBK, tetapi komitmen yang memang harus selalu dijaga sampai kapanpun. Kemudian besar harapan kami Lapas Tabanan juga bisa berhasil meraih predikat WBK pada tahun ini, setelah sudah berjuang selama bertahun-tahun,” pungkasnya. (ita/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News