Desa Wisata Jatiluwih
Digitalisasi di Jantung Bali, Desa Wisata Jatiluwih Perluas Pembayaran Non-Tunai. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, TABANAN – Desa Wisata Jatiluwih yang telah diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO, terus berinovasi dengan menerapkan sistem pembayaran non-tunai melalui kemitraan dengan perusahaan jasa teknologi informasi sekaligus sistem integrator. Penandatanganan kerja sama antara Desa Wisata Jatiluwih dan PT Mitra Kasih Perkasa (MKP) sebagai the most reliable traffic intelligence company dilakukan baru-baru ini, oleh Nicholas Anggada selaku CEO & Co-Founder PT MKP, dan Ketut Purna Jhon selaku Ketua DTW Jatiluwih.

Terungkap bahwa, kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat langkah digitalisasi dan mendukung visi pariwisata berkelanjutan. Sistem one man one ticket berbasis digital, memudahkan wisatawan dalam bertransaksi, baik domestik maupun internasional. Dengan menggunakan nontunai transaksi lebih aman dan nyaman buat wisatawan, dan juga bagi pengelola Desa Wisata Jatiluwih.

“Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Jatiluwih terus meningkat, dimulai sejak kedatangan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno dan beberapa pimpinan negara saat mengunjungi Jatiluwih, dalam rangka World Water Forum 2024. Dengan berbagai promosi yang agresif di sosial media dan berbagai program festival di Desa Jatiluwih, jumlah wisatawan meningkat tajam, dari 800 orang wisatawan per hari menjadi lebih dari 2.000 orang wisatawan. Delapan puluh persen didominasi wisatawan asing,” ungkap Purna Jhon.

Menurutnya, digitalisasi ini merupakan bagian dari visi besar Jatiluwih untuk jadi pelopor digitalisasi destinasi wisata di Bali. Desa ini tidak hanya mengimplementasikan sistem pembayaran digital untuk tiket, tetapi juga berencana memperluas teknologi ke sektor lainnya.

Dikatakan bahwa, pengelola desa terus mendorong seluruh UMKM, warung makan, dan homestay untuk menerima pembayaran nontunai, guna memberikan kenyamanan bagi wisatawan. Usaha ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Jatiluwih sebagai destinasi, yang tidak hanya menonjolkan keindahan alam, tetapi juga layanan modern yang sesuai dengan perkembangan zaman.

“Langkah ini menunjukkan komitmen Jatiluwih untuk memadukan kemajuan teknologi dengan pelestarian budaya dan lingkungan. Desa ini berharap bisa jadi model bagi destinasi wisata lain dalam menerapkan digitalisasi, serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal melalui teknologi. Dengan kemitraan ini, Jatiluwih semakin siap menghadapi tantangan pariwisata di masa depan, memperkuat daya tariknya sebagai destinasi yang adaptif terhadap perubahan zaman, dan kebutuhan wisatawan global,” jelas Purna Jhon.(ita/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News