Kapas
Petani Karangasem Diharapkan Mandiri dalam Menanam Kapas. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem merencanakan penanaman kapas seluas 25 hektar pada tahun 2024. Jumlah ini menurun drastis dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana pada tahun 2023 mencapai 32 hektar dan pada tahun 2022 mencapai 100 hektar.

Penurunan luas tanam ini disebabkan oleh aturan yang melarang kelompok penerima bantuan untuk menerima bantuan berturut-turut setiap tahun. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, pada Rabu (5/6/2024).

Baca Juga :  Singa Kren Fest Sukses Tarik Antusiasme Masyarakat, UMKM Catat Omzet Hingga Rp375 Juta

“Jumlahnya hanya 25 hektar karena kelompok penerima bantuan tidak boleh menerima berturut-turut,” jelas Siki Ngurah.

Ia berharap kelompok tani yang sebelumnya menerima bantuan bibit kapas dapat menanam secara mandiri di masa depan. Pada tahun 2023, tanaman kapas yang ditanam secara swadaya mencapai 50 hektar.

Pada tahun 2024, telah dilakukan panen perdana untuk kapas yang ditanam pada tahun 2023. Dari lahan seluas 2,5 hektar, diperkirakan dapat memproduksi hingga 1.500 kilogram kapas.

Meskipun hasil panen cukup baik, para petani menghadapi kendala terkait harga jual kapas. Menurut I Made Loka Santika dari Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karangasem, petani berharap harga jual kapas dapat mencapai di atas Rp20 ribu per kilogram untuk menutupi biaya operasional. Namun, UMKM binaan hanya mampu membeli dengan harga Rp14 ribu per kilogram.

Baca Juga :  BRI Regional Office Denpasar Salurkan KUR Rp4,272 Triliun hingga April 2026, Dorong UMKM Naik Kelas

“Kami dari Disperindag sedang berkoordinasi dengan perusda untuk mencari pembeli hasil panen kapas para petani ini,” ujar Loka Santika.(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News