STAHN Mpu Kuturan
Pj Bupati Buleleng Dorong STAHN Mpu Kuturan Miliki Ciri Khas Pendidikan Karakter Berbasis Agama Hindu. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana mendorong pengembangan Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Negeri Mpu Kuturan agar memiliki ciri khas sekolah tinggi yang mengedepankan pendidikan karakter berbasis agama Hindu.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada sidang terbuka senat STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja dalam rangka wisuda VIII di Gedung Kesenian Gde Manik, Kamis (30/5/2024). Pelaksanaan wisuda ini merupakan suatu kebanggaan bagi pemerintah daerah karena STAH Negeri Mpu Kuturan SIngaraja mampu menunjukkan kinerja yang sesuai pada jalurnya. Merilis apa yang disampaikan presiden terkait era disrupsi yang kedepan pasti dihadapi, dirinya ingin agar seluruh aspek baik birokrasi hingga pendidikan proaktif dalam mengikuti perkembangan digitalisasi. Disisi lain dirinya juga berharap STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja memiliki satu ciri khas khusus yakni mengedepankan pendidikan etika dan perilaku dalam bermasyarakat.

Baca Juga :  Raih Penghargaan Nasional, Kadis Riang Pustaka Dorong Pembentukan Forum Genre Seluruh Desa/Kelurahan

“Potensi Buleleng yang besar ini harus dapat kita olah secara bijak. Salah satunya adalah bagaimana dalam dunia pendidikan memiliki satu karakter dan ciri khas bahwa ini pendidikan di Bali utara yang mengedepankan nafas-nafas kehinduan kita,” pungkasnya.

Lebih lanjut dijelaskan Pj Bupati Lihadnyana, pihaknya terus mendorong transformasi STAH Negeri Mpu Kuturan menjadi Institut Agama Hindu.  Karena hingga saat ini, koordinasi yang telah dilakukan bersama Kemeterian juga telah menyetujui peningkatan status dari Sekolah Tinggi menjadi Institut. Pihaknya berharap transformasi ini diiringi dengan kemampuan STAH Negeri Mpu Kuturan dalam menjawab tantangan di masyarakat.

Baca Juga :  Bali Farm House, Destinasi Wisata Baru di Buleleng Komitmen Dukung PAD dan Serap Tenaga Lokal

“Jadi kepada kadis pendidikan jika sudah ada Institut ini maka mohon diikuti dengan adanya sekolah yang berbasis agama hindu (widyalaya). Sehingga dari bawah sudah berkarakter, itu harapan kami,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Ketua STAH Negeri Mpu Kuturan, I Gede Suwindia melaporkan, jika wisuda kali ini diikuti sebanyak 142 mahasiswa. Sehingga total alumni kurang lebih 1500 orang yang tersebar di seluruh instansi.

“STAH Negeri Mpu Kuturan akan terus meminta bimbingan untuk memastikan pihaknya tetap berada pada jalurnya dalam membangun mahasiswa yang bersujud bakti kepada Tuhan dan orang tua mereka,” ungkapnya.

Hadir pula dalam kesempatan ini Direktur Pendidikan Hindu Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, Trimo; Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Made Astika; Kepala Dinas Kebudayaan Nyoman Wisandika; Perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Anggota Senat, Alumni, dan Dharma Wanita.(adv/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News