Meningitis
Dugaan Meningitis, Ratusan Warga Terpapar Usai Konsumsi Lawar Merah di Pernikahan. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem bergerak cepat menindaklanjuti dugaan keracunan massal yang berpotensi mengarah ke Meningitis pada ratusan warga di Banjar Dinas Kreteg, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem. Peristiwa ini terjadi setelah mereka menyantap olahan lawar merah dalam sebuah upacara pernikahan pada 10 Mei 2024.

Sebelumnya, belasan warga di Banjar Dinas Kreteg, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, mengalami keluhan kesehatan seperti demam, pusing, nyeri sendi, kaku leher, dan penurunan kesadaran usai menyantap lawar merah di pesta pernikahan tersebut. Tujuh orang di antaranya dirawat di rumah sakit, dan dua dirujuk ke RSUP Prof. Ngoerah (Sanglah).

Baca Juga :  KPU Karangasem Sasar Gen Z untuk Capai Target Partisipasi Pemilih 75 Persen

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Guti Bagus Putra Pertama, menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah untuk memantau kondisi kesehatan para warga yang terpapar.

“Untuk hasil pemeriksaan terhadap warga yang sedang dirawat di RS belum kita terima. Saat ini kita juga memantau perkembangan kondisi kesehatan warga lainnya yang juga sempat ikut menyantap olahan daging babi saat upacara perkawinan berlangsung,” kata Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Guti Bagus Putra Pertama dikonfirmasi, Kamis (23/5/2024).

Seperti diungkapkan sebelumnya oleh Kepala Wilayah Bajar Dinas Kreteg, I Kadek Budiarta. Selain belasan warga yang kini mengalami keluhan kesehatan, juga ada ratusan warga lain pada saat upacara pernikahan berlangsung ikut megibung (makan bersama) menyantap olahan lawar merah yang sama dengan belasan warga yang kini sedang sakit itu.

“Saat upacara juga melibatkan dadia. Untuk jumlah warga dadia sekitar 100 KK, jadi kemungkinan ada ratusan orang yang juga waktu itu megibung menyantap olahan yang sama, termasuk saya juga,” ujar Budiasa.

Baca Juga :  Hujan Deras Sebabkan Rumah Warga Nongan Ambruk dan Timpa Bangunan Tetangga

Budiarta sendiri mengaku sempat mengalami gejala serupa beberapa hari lalu, namun kondisinya berangsur pulih setelah mengonsumsi obat. Sejauh ini, belum ada laporan penambahan kasus baru. (st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News