Data Kemiskinan
Beda Data dengan BPS, Sutirtayasa Sebut Warga Miskin di Karangasem Kurang dari 500. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, KARANGASEM – Jumlah penduduk miskin di Karangasem terus bertambah, bahkan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini terjadi peningkatan sekitar 3.000 lebih penduduk miskin di Gumi lahar.

Seperti terungkap dalam catatan strategis dewan terhadap LKPJ Bupati Karangasem tahun 2023 lalu. Disana disebutkan bahwa Pasca Pandemi Covid-19, jumlah penduduk miskin Karangasem melesat di angka 27.830 jiwa hingga akhir tahun 2023.

Pada tahun 2020, jumlah penduduk miskin di Karangasem sekitar 24.690 jiwa, jika melihat jumlah tersebut maka dalam kurun waktu 3 tahun terjadi peningkatan penduduk miskin sekitar 3.140 jiwa. Dengan akumulasi penambahan rata-rata setiap satu tahun ada penambahan sekitar 1.000 jiwa penduduk miskin di Karangasem.

Baca Juga :  BRI Peduli Serahkan Bantuan CSR Renovasi Balai Serba Guna Banjar Dinas Pakel

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk di Kabupaten Karangasem hingga akhir tahun 2023 mencapai 533.742 jiwa. Dengan melihat perbandingan jumlah penduduk tersebut maka persentase kemiskinan di Karangasem mencapai 6,56 persen.

“Penduduk yang disebut masuk ke dalam garis kemiskinan yaitu penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Rp404.083, hingga akhir tahun 2023 ada sebanyak 27,83 ribu orang atau sekitar 6,56 persen dari jumlah penduduk karangasem masuk kategori miskin,” kata Kepala Badan Pusat Statiatik Karangasem, I Ketut Mondai dihubungi, Selasa (2/4/2024).

Dengan capaian persentase kemiskin diangka 6,56 persen, praktis mengantarkan Kabupaten Karangasem menjadi Kabupaten dengan persentase penduduk miskin tertinggi di Bali pada tahun 2023.

Baca Juga :  BRI Peduli Serahkan Bantuan CSR Renovasi Balai Serba Guna Banjar Dinas Pakel

Dikatakan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi angka kemiskinan di Karangasem. Melihat karakteristik penduduk miskin di Karangasem, kebanyakan penduduk miskin bekerja di sektor pertanian dengan upah atau hasil yang kecil.

Selain itu, penduduk miskin yabg bekerja di luar pertanian, upahnya juga belum mampu untuk mendorong mereka keluar dari garis kemiskinan.

Sementara itu, data berbeda disampaikan oleh Kepala Bapelitbangda Karangasem, I Nyoman Sutirtayasa. Menurutnya, persentase kemiskinan di Karangasem saat ini hanya tersisa 0,08 persen atau jika dihitung dari jumlah penduduk Karangasem sebanyak 533.742 jiwa maka jumlah penduduk miskin di Karangasem berjumlah di bawah 500 jiwa.

Baca Juga :  BRI Peduli Serahkan Bantuan CSR Renovasi Balai Serba Guna Banjar Dinas Pakel

“Target kita tahun 2024, Karangasem mengarah ke 0 persen penduduk miskin. Sekarang persentase angka kemiskinan Karangasem berada di 0,08 persen, sesuai kesepakatan Kemenko PMK, daerah yang diberikan kewenangan untuk mengeluarkan angka kemiskinan termasuk angka kemisinan ektreme, ”  ungkap mantan Kadis PUPR ini.

Ditanya kenapa data anatara pihaknya dengan BPS berbeda, menurut Sutirtayasa angka tersebut tergantung dari metode yang dipakai, mungkin saja versi BPS atas dasar regsosek yang dipakai, namun berbeda dengan pihaknya yang menerapkan metode pendekatannya dengan melakukan verivali megacu data yang dikeluarkan Kemenko dan hasik verivali ini yang diakui oleh Kemenko.(st/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News