BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Calon Presiden nomor 3, Ganjar Pranowo, mengungkapkan keprihatinannya terkait anggaran kesehatan yang ia klaim mengalami pemotongan. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam debat capres yang berlangsung pada Minggu (4/2/2024).
“Hanya memang ketika UU sebelumnya mengatur persentase dari anggaran untuk kesehatan yang diberikan angka 5 sampai 10 persen itu terpotong itu harus dikembalikan,” ungkap Ganjar.
Sebagai respons terhadap pernyataan tersebut, Cek Fakta Liputan6.com melakukan penelusuran untuk mengetahui kebenaran klaim Ganjar terkait pemotongan anggaran kesehatan.
Berdasarkan penelusuran fakta, Liputan6.com menemukan bahwa dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2024, Kementerian Keuangan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia telah menetapkan Anggaran Kesehatan sebesar Rp187,5 triliun. Angka ini setara dengan 5,6 persen dari total APBN.
Secara tren, anggaran kesehatan cenderung meningkat selama lima tahun terakhir, terutama dalam penanganan Covid-19 dan penyesuaian dengan kebutuhan kesehatan masyarakat. Pada tahun 2020, anggaran kesehatan mencapai Rp172,3 triliun, meningkat menjadi Rp312,4 triliun pada tahun 2021, kemudian turun menjadi Rp188,1 triliun pada tahun 2022. Proyeksi untuk tahun 2023 adalah sebesar Rp172,5 triliun. Dengan Anggaran Kesehatan tahun 2024 sebesar Rp187,5 triliun, terjadi peningkatan sebesar 8,7 persen atau Rp15,0 triliun dibandingkan proyeksi Anggaran Kesehatan tahun yang berjalan.
Dalam nota keuangan, Presiden Joko Widodo menetapkan alokasi anggaran kesehatan sebesar Rp186,4 triliun untuk tahun 2024, setara dengan 5,6 persen dari total APBN. Fokus penggunaan anggaran tersebut adalah untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) yang sehat dan produktif.
Sebagai informasi tambahan, situs resmi Kementerian Kesehatan, sehatnegeriku.kemkes.go.id, juga mengonfirmasi bahwa Anggaran Kesehatan tahun 2024 direncanakan sebesar Rp186,4 triliun, meningkat 8,1 persen atau Rp13,9 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Dengan demikian, berdasarkan data dan penelusuran fakta, klaim Ganjar Pranowo tentang pemotongan anggaran kesehatan tidak dapat dipastikan kebenarannya, mengingat terjadi peningkatan anggaran dalam proyeksi tahun berikutnya. (bpn/cekfakta.com)













