Kebakaran
Petugas saat memadamkan api yang menghanguskan warung dan bangunan lantai dua di Lingkungan Bakung, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Kebakaran warung sekaligus bangunan rumah lantai dua di Lingkungan Bakung, Kecamatan Sukasada, Buleleng, pada Sabtu (11/11/2023) lalu diduga sengaja dibakar pria berinisial MA (31) yang masih merupakan keluarga korban hanya karena tidak dipinjamkan sertifikat tanah.

Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika menyatakan, dugaan kesengajaan ini usai dilakukan penyelidikan sekaligus hasil keterangan saksi-saksi dan juga olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Bahkan dugaan ini dikuatkan dengan hasil pemeriksaan Lab Forensik yang menemukan adanya kandungan kimia dari sisa-sisa kebakaran tersebut.

Setelah didalami lagi, polisi lantas mengamankan MA yang diduga sebagai pelaku aksi kebakaran ini. Saat diperiksa, terduga pelaku diduga nekat melakukan aksi pembakaran ini hanya karena tidak dipinjamkan sertifikat tanah. Hal ini dikuatkan lagi gegara korban memang sempat membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite.

“Terduga pelaku yang melakukan kebakaran itu sudah diamankan kemarin di Polsek Sukasada. Alasan minjem sertifikatnya masih didalami yang jelas dia kesal karena tidak dikasih,” ujar AKP Darma Diatmika, Rabu (15/11/2023).

Baca Juga :  Lantik 823 PPPK Formasi 2023, Pj Bupati Buleleng Tegaskan Patuhi Etika Birokrasi

Kemudian, MA diduga menebar pertalite ini setelah korban pergi dan langsung melempar korek api dalam keadaan menyala, sehingga api dengan cepat menyebar dan menghanguskan seluruh bangunan. Meski demikian, saat ini MA belum ditetapkan sebagai tersangka, karena pihaknya masih mendalami kasus tersebut.

“Ada saksi yang sebelumnya berkeliaran di tempat itu. Dia (MA) sempat beli pertalite. Saat dilakukan olah TKP dari hasil lab forensik ada kandungan kimia dari hasil kebakaran, jadi itu dijadikan barang bukti,” imbuhnya.

Jika terbukti bersalah, MA terancam dijerat dengan Pasal 187 ayat 1 huruf e KUHP yang berbunyi

“Barang siapa dengan sengaja membakar, menjadikan letusan atau mengakibatkan kebanjiran, dihukum penjara selama-lamanya dua belas tahun, jika perbuatan itu dapat mendatangkan bahaya umum bagi barang”.

Sebelumnya, sebuah warung sekaligus bangunan rumah lantai dua berukuran 3×20 meter yang berlokasi di Lingkungan Bakung, Kecamatan Sukasada, Buleleng ludes terbakar setelah ditinggal pergi korban Made Supartini (53) sekitar pukul 08.00 WITA.

Akibat peristiwa ini kerugian yang diderita diperkirakan mencapai Rp150 juta, lantaran seluruh bangunan beserta isinya yakni, tiga buah kasur spring bad, seluruh barang dagangan, dua unit kulkas, dua buah almari, surat kendaraan, peralatan rumah tangga, beserta pakaian sehari-hari korban ludes terbakar.(dar/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News