MoU
Penandatanganan MoU antara KemenkopUKM dan pihak swasta serta BUMN. PT Erajaya Swasembada Tbk diwakili oleh Hasan Aula selaku Wakil Direktur Utama (paling kiri). Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, JAKARTA – Erajaya Group terus berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan bisnis yang bertanggung jawab dan mendukung pencapaian pembangunan nasional yang berkelanjutan, salah satunya melalui pemberdayaan UMKM.

Komitmen tersebut diwujudkan dalam bentuk kolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM, khususnya Deputi Bidang Usaha Mikro, melalui program pengembangan rantai pasok di bidang perdagangan ritel dan aksesoris bagi mitra usaha mikro. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) oleh Hasan Aula, Wakil Direktur Utama PT Erajaya Swasembada Tbk dan Yulius, Deputi Bidang Usaha Mikro, Kementerian Koperasi dan UKM. Penandatanganan nota kesepahaman ini disaksikan langsung oleh Teten Masduki selaku Menteri Koperasi dan UKM, di Hotel Mercure Alam Sutera Tangerang, pada Rabu (31/5/2023).

Baca Juga :  Pj. Ketua Dekranasda Bali Hadiri HUT ke-44 Dekranas di Solo

Chief Human Capital, Legal, dan CSR Erajaya, Jimmy Perangin Angin, mengatakan, bahwa melalui penandatanganan MoU ini, Erajaya Group bersinergi dengan Kemenkop UKM untuk mewujudkan implementasi & kolaborasi program tanggung jawab sosial perusahaan dalam pola rantai pasok bagi para mitra usaha mikro.

“Langkah awal kami ke depan adalah mengembangkan database UKM potensial dan melakukan sinkronisasi antara kebutuhan bisnis perusahaan dengan UKM yang berpotensi menjadi mitra Erajaya dalam pemenuhan rantai pasok. Dengan kolaborasi ini, kami berharap dapat turut mendorong pengembangan skala bisnis mitra usaha mikro dan bersama – sama berkontribusi dalam peningkatan perekonomian nasional,” jelas Jimmy Perangin Angin.

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM), Teten Masduki menambahkan, program kemitraan strategis dan penguatan rantai pasok ini perlu untuk terus digenjot agar pelaku UMKM bisa tumbuh bersama dan lebih sejahtera.

“Pelaku UMKM tidak bisa lagi berusaha secara sendiri-sendiri apabila ingin meningkatkan kapasitas bisnisnya. UMKM harus masuk dalam rantai pasok industri dan bermitra dengan industri besar jika ingin peningkatan kesejahteraan dan produktivitasnya. Karena itu kita sekarang mengajak bermitra dengan para pelaku usaha baik swasta maupun BUMN agar UMKM terintegrasi menjadi bagian dari pada industri,” ucap MenKopUKM.

Baca Juga :  Stabilitas Industri Jasa Keuangan di Bali Terjaga di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Hal ini akan dioptimalkan melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu KUMKM (PLUT – KUMKM) sebagai pusat layanan konsultasi dan bisnis para pelaku KUMKM.

Penandatanganan MoU PLUT – KUMKM ini menjadi salah satu bagian aktivitas sosial perusahaan melalui pilar Lentera Kasih yang memang fokus pada pemberdayaan masyarakat, di mana perusahaan akan memberikan pendampingan  UKM  sesuai  prinsip  environmental  social  governance  (ESG)  dan  fokus  pada  peningkatan partisipasi ekonomi lokal dan terlibatnya UKM dalam rantai pasok secara berkelanjutan. Program kolaborasi ini tidak hanya fokus pada kepentingan business to business di ranah rantai pasok antara Erajaya dan mitra usaha mikro, tetapi juga mencakup:

  1. Pembinaan dan pengembangan usaha mikro melalui pelatihan, pendampingan, dukungan sarana produksi, serta pengembangan teknolog
  2. Dukungan dan implementasi kepada mitra usaha mikro yang bergabung dalam program pengembangan rantai pasok di bidang perdagangan ritel dan aksesoris
  3. Publikasi dan sosialisasi program kerjasama
  4. Fasilitas kemitraan rantai pasok
  5. Fasilitas akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Klaster berbasis rantai pasok bagi Usaha Mikro.
Baca Juga :  Penumpang Naik 19 Persen, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Layani 1,9 Juta Penumpang di Bulan April 2024

(bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News