Ilustrasi
Ilustrasi. Sumber Foto : shutterstock

BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG – Kasus begal payudara baru-baru ini ramai menjadi perbincangan publik usai salah satu akun instagram @infosingaraja_news menggunggah peristiwa tersebut yang diduga terjadi di Kecamatan Seririt, Buleleng pada Selasa (30/5/2023).

Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya menyampaikan agar pihak yang diduga menjadi korban melaporkan peristiwa tersebut agar bisa diproses secara hukum. Hal itu karena ketika di posting di media sosial para pelaku bisa saja menghilangkan jejak.

Lebih lanjut, AKP Sumarjaya juga menjelaskan, bahwa ketika para pelaku melihat postingan tersebut, maka mereka bisa saja mengganti identitas serta menghilangkan barang bukti akibat takut dipidana, sehingga hal itu justru menyebabkan polisi sulit menemukan pelaku.

Baca Juga :  Putri Koster Tegaskan Penanganan Sampah di Bali Perlu Pendidikan dan Kesadaran Kolektif

“Kalau ada yang jadi korban lapor polisi jangan diup di media sosial. Karena pengaruhnya sangat besar pelaku bisa tidak muncul bahkan menghilangkan identitas,” ucap Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya.

Disamping itu, AKP Sumarjaya juga menyebut jika pihak korban masih belum melaporkan peristiwa itu ke Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng. Tapi ada satu terduga korban yang sudah melapor ke Mapolsek Seririt.

“Laporan sudah disikapi. Polsek Seririt menawarkan korban untuk diantar melapor ke Unit PPA, tapi sampai saat ini masih belum melapor,” jelas AKP Sumarjaya.

Baca Juga :  Gotong Royong Bulan Bung Karno Hadirkan Rumah Layak Huni bagi Warga Buleleng

Disisi lain, untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi, pihaknya telah meningkatkan patroli dari pagi, siang maupun malam hari secara berulang-ulang. Selain itu pihaknya juga melakukan penyuluhan secara preventif.(dar/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News