Bupati Tamba
Pura Pegubugan Direncanakan Jadi Pura Ulun Danunya Kabupaten Jembrana. Sumber Foto : Istimewa

BALIPORTALNEWS.COM, JEMBRANA – Pura Khayangan Jagat Ulun Danu Pagubugan, memiliki lokasi yang istimewa. Pura yang letaknya diatas batu dan diapit oleh dua sungai yang disebut campuhan bertempat disebelah utara bendungan Bendel, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya. Pura itu kini direncanakan Bupati I Nengah Tamba menjadi Pura Ulundanunya Kabupaten Jembrana.

Hal tersebut disampaikan Bupati Tamba saat menyempatkan diri melaksanakan persembahyangan di Pura tesebut, Jumat (31/3/2023) lalu.

“Rencana kedepan bahwa pelan-pelan pura ini kita tata, kita akan jadikan Ulun Danunya Kabupaten Jembrana, kalau di Tabanan kita sudah liat ada Ulun Danu, kita pun akan segera membuat dan minta pendapat kepada Sulinggih dan Krama Subak sareng sami di Jembrana apakah ini disetujui dicetuskan sebagai pusatnya Ulun Danu Kabupaten Jembrana sebagai pedoman dari pada krama subak di Kabupaten Jembrana,” ungkapnya.

Diketahui penataan Pura Pegubugan sudah dilakukan seperti infrastruktur yang awalnya menuju Pura tersebut dengan melewati jalan setapak kini sudah dapat dilalui mobil, Bupati Tamba berharap kedepam Pura Ulun Danu Pegubugan agar menjadi Pura Ulun Danunya Kabupaten Jembrana tempat pemujaan kepada Sang Hyang Widhi dalam prabawanya sebagai Dewa Kemakmuran.

Baca Juga :  Capai 71%, Revitalisasi Pasar Umum Negara Target Rampung Sesuai Jadwal

“Saya mengharapkan nanti mudah-mudahan Pura Pegebungan ini kita pakai sebagi Pura Ulun Danu di Kabupaten Jembrana, sampai hari ini Jembrana belum punya Ulun Danu dan tentu penataan sudah dimulai dari sekarang mulai dari infrastruktur yang akan kita sediakan mudah-mudahan bisa layak dan patut dijadikan Pura Ulun Danu Kabupaten Jembrana,” ungkap Bupati Tamba.

Tak hanya itu, selain wisata religi, areal Pura Ulun Danu Pegubugan yang luasnya hampir 70 hektar akan dijadikan obyek pariwisata di Kabupaten Jembrana diketahui disana memiliki alam yang asri dan indah serta akan dijadikan Pusat Perkemahan.

Baca Juga :  May Day is Fun Day, Hari Buruh di Jembrana Digelar Bahagia

“Tanah ini adalah tanah hutan yang luasnya hampir 70 hektar, kedepan juga ini menjadi tujuan pariwisata yang luas biasa untuk wisata alam dan juga religi dan juga diujung bendungan kita akan pusatkan sebagai pusat bumi perkemahan kita sudah diskusikan dengan pak sekjen dan disupport juga oleh Kementrian Lingkungan hidup itu juga sudah berjalan permohonan dan diskusi kita, jadi nanti kedepan mudah-mudahan ini mendapatkan restu kalau kita mau perkemahan tidak lagi kita ke Cibubur kita akan sediakan disini dan wisata alamnya mendukung ada sungainya dan juga alam yang masih asri,” pungkasnya.(ang/bpn)

Dapatkan berita terbaru dari Baliportalnews.com di Google News